Salah satu Startup Company di Indonesia yakni Grab telah mencatatkan nilai transaksi atau GMV on-demand naik 18% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi US$ 4,24 miliar atau Rp 67,6 triliun (kurs Rp 15.929 per US$). Perusahaan yang bergerak di bidang transportasi online ini menambah bonus untuk pengemudi taksi dan ojek online alias ojol, serta promosi kepada konsumen karena Untung Besar Capai Rp 67,6 Triliun, Grab Tambah Bonus Driver Ojol dan Promosi.
Monthly transactional user (MAU) alias Transaksi pengguna per bulan (MAU) Grab naik 16% menjadi 38,5 juta. GMV per MTU turun 1% menjadi US$ 123 juta.

Transaksi Grab mengalami kenaikan sejalan dengan meningkatnya insentif untuk mitra pengemudi taksi dan ojek online alias ojol maupun konsumen. Rinciannya sebagai berikut:
Insentif untuk mitra pengemudi taksi dan ojek online alias ojol naik 4% menjadi US$ 177 juta atau Rp 2,82 triliun, Insentif untuk konsumen naik 8% menjadi US$ 239 juta atau Rp 3,81 triliun.
Berikut ini Rincian laporan keuangan Grab pada kuartal I 2024:
- Rugi turun 54% menjadi US$ 115 juta
- Rugi operasional turun 63% menjadi US$ 75 juta
- Pendapatan naik 24% menjadi US$ 653 juta, dengan rincian sebagai berikut:
1.GrabFood, Grab Express: naik 19% menjadi US$ 350 juta
2.GrabBike, GrabCar: naik 27% menjadi US$ 247 juta
3.Layanan keuangan: naik 53% menjadi US$ 55 juta
- EBITDA yang Disesuaikan melonjak 332% menjadi US$ 153 juta, dengan rincian sebagai berikut:
1.GrabFood, Grab Express: membaik dari merugi US$ 19 juta menjadi untung US$ 42 juta
2.GrabBike, GrabCar: naik 41% menjadi US$ 138 juta
3.Layanan keuangan (portofolio pinjaman): naik 86% menjadi US$ 363 juta
- Transaksi pengguna per bulan alias monthly transactional user (MAU) naik 16% menjadi 38,5 juta
- GMV per MTU turun 1% menjadi US$ 123 juta
Secara keseluruhan tahun, Grab memperkirakan pendapatan naik 14% – 17% menjadi US$ 2,7 miliar – US$ 2,75 miliar. EBITDA yang Disesuaikan diperkirakan naik dari US$ 180 juta – US$ 200 juta tahun lalu menjadi US$ 250 juta – US$ 270 juta.