TikTok adalah salah satu platform penyedia video pendek populer yang sudah digunakan oleh banyak pengguna digital di seluruh dunia. Sama halnya seperti di Amerika Serikat (AS), entitas TikTok yang baru dibentuk mengawali langkah yang terjal.
Dari data terbaru yang didapatkan, terlihat bahwa gelombang pengguna AS frustrasi menghapus aplikasi TikTok diakibatkan masalah teknis serta alasan privasi. Bahkan tidak sedikit dari pengguna yang meninggalkan TikTok tersebut beralih untuk menggunakan aplikasi pesaing.

Faktor Penyebab TikTok Ditinggalkan
Disebutkan oleh perusahaan analitik Sensor Tower bahwa terjadinya lonjakan 150% angka penghapusan aplikasi TikTok di AS jika dibandingkan dengan tiga bulan yang lalu. Dan disebutkan juga bahwa pengguna harian aktif TikTok di AS hanya meningkat sebanyak 2% saja pada periode yang sama. Dan angka ini cenderung stagnan dari minggu ke minggu.
Seperti yang telah disinggung sedikit di atas, penyebab penurunan ini salah satunya adalah masalah teknis yang membuat pengguna frustrasi. Menanggapi hal ini, TikTok menuduh pemadaman listrik pada salah satu data center yang menjadi penyebab adanya bug, termasuk di dalamnya memengaruhi jumlah tayangan serta waktu memuat konten.
Meski begitu, hingga saat ini pihak perusahaan belum memberikan kepastian terkait kapan permasalahan ini akan selesai diperbaiki.
Faktor lain yang juga menyebabkan para pengguna berbondong-bondong meninggalkan TikTok adalah karena beberapa unggahan di media sosial yang menunjukkan kebijakan baru TikTok. Di mana kebijakan tersbut memungkinkan informasi sensitif pengguna dikumpulkan, seperti ras atau etnis, orientasi seksual, status imigrasi, kewarganegaraan, bahkan hingga informasi keuangannya.
TikTok Ditinggalkan dan Aplikasi Pesaing Ini Mendadak Mencuat
Fenomena TikTok yang mulai banyak ditinggalkan ini membuka peluang untuk aplikasi pesaing lainnya. Sepert aplikasi UpScrolled yang tiba-tiba mengalami lonjakan minat. Kondisi di mana TikTok ditinggalkan dan aplikasi pesaing ini mendadak mencuat hingga berhasil menempati posisi ke9 sebagai aplikasi paling banyak diunduh di App Store AS.
Menariknya, aplikasi ini juga berhasil menjadi aplikasi sosial terpopuler ke-2 di mana Threads dari Meta yang masih menduduki posisi pertama. Pada saat hari usaha patungan TikTok diresmikan, tercatat bahwa aplikasi UpScrolled ini mendapat total unduhan yaitu 41.000.
Untuk saat ini, aplikasi UpScrolled yang dirilis pada Juni 2025 lalu berhasil mendapatkan 140.000 kali unduhan secara total di toko aplikasi resmi milik Google yaitu Google Play Store dan milik Apple yakni App Store.
Sebagai perbandingan, sebelumnya aplikasi ini diunduh dengan rata-rata 500 kali per harinya. Namun adanya lonjakan peminat yang sevara tiba-tiba ini menghasilkan beberapa kendala. Perusahaan meminta para pengguna untuk bersabar selama kendala diatasi.
Sedikit Tentang Aplikasi UpScrolled
Aplikasi UpScrolled ini merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh pengembang perangkat lunak asal Australia. UpScrolled dikembangkan dengan tampilan yang sedikit mirip dengan instagram.Pengguna diberikan kesempatan untuk berbagi foto maupun video pendek melalui aplikasi. Secara default, aplikasi ini akan menampilkan feed secara kronologis namun tetap menyedakan rekomendasi konten untuk pengguna.
Pengembangan aplikasi ini didanai oleh dana pribadi pengembang yang diketahui namanya adalah Issam Hijazi. Dan dibantu juga oleh sekelompok kecil investor individu yang memiliki misi serta nilai yang sama, seperti yang tertulis pada FAQ pada situs UpScrolled sendiri.
Perlu diketahui bahwa kendala TikTok seperti ini yang menguntungkan aplikasi-aplikasi pesaing tidak terjadi saat ini saja. Sebelumnya, aplkasi asal China “RedNote” pun sempat meduduki posisi teratas di AS pada awal tahun ketika TikTok mendapat ancaman pemblokiran.
Sayangnya popularitas RedNote tersebut kian menyusut drastis. Hal tersebut dikarenakan dalam beberapa jam, pemblokiran TikTok akhirnya dibatalkan.
Namun tetap saja, adanya pemilik baru di TikTok serta meningkatnya frustrasi pengguna akibat masalah tekni yang dialami, kemungkinan peluang layanan pesaing lain untuk eksis akan semakin besar. Dan inilah celah yang dapat dimanfaatkan aplikasi Upscrolled saat ini.
Key Takeaways
- Penghapusan aplikasi TikTok meningkat 150% di AS akibat masalah teknis dan kebijakan privasi baru.
- Pengguna beralih ke aplikasi pesaing seperti UpScrolled, yang menempati posisi ke-9 di App Store AS.
- UpScrolled, dirilis pada Juni 2025, berhasil mendapatkan 140.000 unduhan di Google Play dan App Store.
- Kendala teknis yang dialami TikTok membuka peluang bagi aplikasi pesaing untuk berkembang.
- Fenomena ini mirip dengan sebelumnya ketika RedNote sempat populer namun cepat kehilangan pengguna setelah pemblokiran TikTok dibatalkan.
Itulah informasi yang dapat diberikan pada artikel dengan judul “TikTok Ditinggalkan dan Aplikasi Pesaing Ini Mendadak Mencuat” ini. Semoga dapat membantu.






