Baru-baru ini, terdeteksi malware dengan nama Keenadu pada perangkat Android.Kaspersky yang mendetekasi malware tersebut mengatakan bahwa ancaman ini dinilai berbahaya karena dapat menyebar melalui berbagai jalur. Misalnya dari firmware perangkat, aplikasi sistem, hingga aplikasi yang ada di Google Play.
Malware yang ditemukan ini diketahui digunakan untuk penipuan iklan. Artinya, perangkat yang terinfeksi malware ini akan dimanfaatkan untuk menjadi bot yang nantinya akan menekan otomatis tautan iklan. Namun, diperingati juga oleh Kaspersky bahwa malware ini memiliki kemampuan yang lebih jauh dari itu, seperti mendapatkan kendali terhadap perangkat secara penuh.

Google Play Terinfeksi Malware Targetkan Tablet Android
Diketahui bahwa hingga Februari 2026, Kaspersky mencatat sekitar lebih dari 13.000 perangkat Android yang sudah terinfeksi malware Keenadu ini. Dan korban yang paling banyak terdeteksi berasal dari wilayah Jepang, Jerman, Rusia, Belanda, dan Brasil.
Meski begitu, negara-negara lain juga terdampak oleh malware ini. Pada varian paling seriusnya, malware Keenadu ini mengintegrasi langsung ke firmware beberapa pengguna tablet Android di tahap rantai pasokan, seperti yang dikutip melalui detiInet.
Varian tersebut difungsikan sebagai backdoor yang nantinya akan dapat menyerang ke aplikasi lainnya. Lalu dapat menginstal APK tambahan, hingga memberikan izin akses layanan perangkat tanpa diketahui oleh pengguna itu sendiri.
Jika malware tersebut berhasil diinfeksikan, berbagai data sensitif pengguna seperti pesan, media, kredensial perbankan, lokasi, maupun aktivitas searching di Chrome pun dapat dikompromosikan.
Terdapat juga varian bahaya lainnya dalam aplikasi sistem di perangkat. Fungsinya memang lebih terbatas jika melihat varian sebelumnya, tetapi malware ini tetapbisa menginstal aplikasi tambahan tanpa ketahuan.
Kaspersky bahkan menemukan bahwa malware Keenadu ini telah disisipkan di aplikasi sistem keamanan biometrik pengenalan wajah. Dan hal ini tentunya akan berpotnsi membuat keamanan biometrik pengguna terekspos.
Lalu, terdapat beberapa aplikasi kamera rumah pintar yang pernah di Google Play juga disisipi malware ini. Aplikasi tersebut bahkan telah diunduh sebanyak 300.000 kali sebelum Google Play menghapusnya.
Mengingat sudah banyak sekali korban yang mengalami kondisi tersebut, kaspersky menghimbau para pengguna untuk menggunakan sistem keamanan terpercaya, serta selalu melakukan pembaruan firmware dan menonaktifkan aplikasi sistem yang terindikasi infeksi malware.
Key Takeaways
- Malware Keenadu yang terdeteksi pada perangkat Android dapat menyebar melalui firmware, aplikasi sistem, dan Google Play.
- Keenadu digunakan untuk penipuan iklan dan dapat mengambil alih kontrol perangkat sepenuhnya.
- Lebih dari 13.000 perangkat Android terinfeksi, dengan korban terbanyak berasal dari Jepang, Jerman, Rusia, Belanda, dan Brasil.
- Malware ini bisa disisipkan di aplikasi sistem dan bahkan aplikasi keamanan biometrik, yang berpotensi membahayakan data sensitif pengguna.
- Kaspersky menyarankan pengguna untuk menggunakan sistem keamanan terpercaya dan memperbarui firmware secara berkala.
Semoga informasi yang diberikan melalui artikel dengan judul “Google Play Terinfeksi Malware Targetkan Tablet Android” ini dapat dipahami dengan baik.






