...
Download Reels Facebook Tanpa Aplikasi
BERITA TEKNOLOGI

7 Penyebab dan Cara Atasi Tegangan Listrik Tidak Stabil

×

7 Penyebab dan Cara Atasi Tegangan Listrik Tidak Stabil

Sebarkan artikel ini

Tegangan listrik yang tidak stabil bisa terjadi di mana saja, baik pada listrik rumah atau bangunan komersial. Kendala ini akan sangat mengganggu karena bisa menyebabkan lampu tiba-tiba meredup atau menyala terang secara tidaknormal. Bahkan peralatan elektronik bisa saja rusak hingga adanya risiko korsleting maupun kebakaran.

Pastinya pengguna listrik perlu memerhatikan tanda-tanda tegangan listrik yang tidak stabil untuk menghindari risiko yang telah disebutkan di atas. Namun sayangnya, banyak yang mengabaikan gejala-gejala yang terlihat, hingga akahirnya risiko kerusakan hingga pemborosan energi pun meningkat.

Dengan menyimak artikel ini, sebaiknya pengguna listrik bisa lebih memahami apa saja penyebab tegangan listrik bisa tidak sabil. Dan dengan itu pula pengguna bisa menghindarinya. Di sini akan diberitahukan 7 Penyebab dan Cara Atasi Tegangan Listrik Tidak Stabil lengkap dengan ciri-cirinya.

7 Penyebab Tegangan Listrik Tidak Stabil

Berikut adalah beberapa faktor yang dapat menyebabkan tegangan listrik bisa tidak stabil, seperti yang dilansir melalui wilsoncables.

1. Beban Listrik Berlebih

Penggunaan listrik yang melebihi kapasitas instalasi akan membuat beban listrik berlebih dan akhirnya mmebuat tegangan listrik tidak stabil. Ini bisa saja terjadi apabila beberapa peralatan elektronik dengan tegangan yang besar digunakan secara bersamaan dalam satu waktu.

2. Masalah pada Instlasi Listrik Internal

Tegangan listrik yang tidak stabil juga bisa diakibatkan oleh instalasi listrik yang tidak sesuai standar. Seperti ketika kabel yang digunakan memiliki ukuran penampang kecil dengan beban berat, ini akan mengakibatkan resistensi tinggi serta penurunan tegangan pada ujung kabelnya.

Tidak hanya itu, adanya sambungan kabel yang longgar, soket yang sudah usang, hingga panel distribusi yang tidak dirawat dengan baik juga bisa menjadi salah satu pemicu arus yang tidak merata. Hal inilah yang akan membuat tegangan naik turun tiba-tiba. Lalu, instalasi yang belum diperbarui juga bisa menjadi sumber permasalahan.

3. Korsleting atau Terjadi Hubungan Arus Pendek

Korsleting bisa terjadi ketika arus listrik mengalir melalui jalur yang tidak seharusnya dilalui. Kendala ini biasanya terjadi karena isolasi kabel yang rusak atau sambungan yang tidak aman.

Arus listrik akan melonjak tajam apabila terjadi korsleting, inilah yang menjadi penyebab penurunan tegangan secara drastis pada area lain di instalasi. Apabila tidak segera diatasi, maka dapat merusak perangkat elekronik dan berisiko adanya lonjakan arus berbahaya hingga kebakaran.

4. Kualitas Kabel dan Komponen Listrik Buruk

Standar penggunaan kabel dan komponen listrik perlu diperhatikan. Apabila menggunakannya tidak sesuai dengan standar, misalnya kabel yang tipis, material konduktor campuran, atau bahkan isolasi yang mudah rusak bisa berisiko membuat tegangan tidak stabil.

5. Gangguan Jaringan PLN

Tidak hanya pada faktor internalnya saja, faktor eksternal seperti gangguan pada jaringan PLN juga menjadi penyebab utama mengapa tegangan listrik tidak stabil. Biasanya, gangguan ini disebabkan oleh beban puncak ketika pengguna mengakses listrik secara bersamaan, perawatan jaringan, maupun kerusakan peralatan pada gardu induk.

Panjangnya jaringan transmisi pada wilayah yang jauh dari pusat distribusi listrik juga menjadi salah satu yang dapat menyebabkan fluktuasi gangguan.

6. Pengaruh Cuaca dan Petir

Gangguan pada jaringan listrik juga bisa diakibatkan cuaca yang ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, atau sambaran petir. Petir dapat menyebabkan lonjakan tegangan secara tiba-tiba yang mengalir ke instalasi rumah. Bahkan tidak hanya tegangan listrik saja yang akan berpengaruh, perangkat elektronik juga bisa akan terdampak jika tidak dilindungi dengan stabilizer.

7. Lingkungan Lembab atau Kebocoran Air

Lingkungan juga menjadi salah satu faktor eksternal yang dapat membuat tegangan listrik tidak stabil. Misalnya seperti lingkungan yang lembab atau mungkin terdapat kebocoran air yang bisa saja merembes masuk ke dalam jalur kabel dan menyebabkan kebocoran arus ke tanah.

Hal tersebut dapat mengakibatkan tegangan tidak stabil dan MCB akan sering turun. Kendala ini sering ditemukan pada rumah yang memiliki instalasi tidak dilindungidengan baik atau tidak dihindari dari sumber air atau kelembapan.

Ciri-Ciri Tegangan Listrik Tidak Stabil

Adapun berikut adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebagai ciri atau tanda listrik tidak stabil:

  • Lampu yang sering berkedip atau redup (tidak menyala seperti biasanya)
  • Peralatan ekeltronik yang digunakan cepat panas atau mati tiba-tiba
  • Terdengar bunyi mendengung pada transformator atau MCB
  • MCB yang sering trip secara tiba-tiba
  • Tagihan listrik per bulannya membengkak secara tidak wajar

5 Cara mengatasi Tegangan Listrik Tidak Stabil

1. Kurangi Beban Listrik

Aturlah penggunaan alat elektronik yang terhubung dengan listrik. Cobalah untuk mengurangi penggunaannya secara bersamaan agar beban listrik tidak berlebih. Atau Anda bisa mempertmbangkan untuk menambah daya listrik.

2. Gunakan Stabilizer atau AVR

Stabilizer atau AVR difungsikan untuk menstabilkan tegangan listrik yang masuk ke peraltan elektronik. Jadi, Anda bisa memanfaatkannya untuk melindungi perangkat elektronik yang sensitif, seperti komputer, kulkas, TV, dan sebagainya.

3. Ganti Kabel Sesuai Standar

Seperti yang disebutkan sebelumnya, kabel hingga komponen yang tidak sesuai dengan standar akan berpotensi menyebabkan tegangan listrik tidak stabil. Jadi, pastikan Anda menggunakan kabel dan komponen yang berkualitas atau sesuai dengan standar.

4. Periksa Instalasi Rumah

Pastikan semua sambungan kabel kencang dan aman serta memiliki ukuran penampang yang sesuai dengan beban listrik yang digunakan. Anda bisa memanggil teknisi jika memang tidak berani atau tidak mengetahui cara aman untuk melakukannya.

5. Hubungi PLN Apabila Gangguan Jaringan

Laporkan gangguan yang Anda alami jika terkendala pada jaringan distribusi PLN. Setelahnya, pihak PLN akan menindaklanjuti permasalahan tersebut secara resmi. Jangan mencoba untuk memperbaiki jaringan utama sendiri karena akan sangat berbahaya dan juga menyalahi aturan yang diberlakukan.

Key Takeaways

  • Tegangan listrik tidak stabil dapat disebabkan oleh beban berlebih, masalah instalasi, atau korsleting.
  • Pengaruh cuaca ekstrim, kualitas kabel buruk, dan gangguan jaringan PLN juga meningkatkan risiko ketidakstabilan.
  • Ciri-ciri listrik tidak stabil termasuk lampu berkedip, peralatan cepat panas, dan MCB yang sering trip.
  • Mengurangi beban listrik, menggunakan stabilizer, dan memeriksa instalasi dapat mengatasi masalah ini.
  • Pengguna juga perlu melaporkan gangguan jaringan kepada PLN untuk penanganan lebih lanjut.

Itulah 7 Penyebab dan Cara Atasi Tegangan Listrik Tidak Stabil yang dapat diberitahukan di kesempatan kali ini. Semoga dapat membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *