...
Geser ke atas untuk baca tutorial
Menambah Memori HP
ANDROIDTerbaruTIPSTRIKTUTORIAL

20 Pengaturan Android Anti Maling yang Perlu Diaktifkan

×

20 Pengaturan Android Anti Maling yang Perlu Diaktifkan

Sebarkan artikel ini

Sampai saat ini, pencurian menjadi tindak kejahatan yang masih marak terjadi. Salah satu barang yang menjadi target pencurian adalah smartphone. Oleh sebab itu, mengaktifkan fitur anti maling di ponsel merupakan hal yang perlu dilakukan para pengguna agar perangkat dan data pribadinya tetap tersimpan aman.

Terdapat berbagai fitur yang dapat membantu meningkatkan proteksi pencurian perangkat. Dan fitur-fitur proteksi pun dapat kamu temukan di perangkat Android. Dengan mengaktifkan fitur-fiturnya, kamu akan memberikan perlindungan berlapis pada perangkat, sehingga akan sulit untuk dicuri. Baik untuk perangkatnya sendiri maupun data yang tersimpan di dalam.

Ubah Suara Kita Jadi Efek Lucu

Agar kamu bisa mengetahui fitur apa saja yang perlu diaktifkan di perangkat Android milikmu untuk mengamankannya, simak artikel ini dari awal sampai akhir. Karena di ini, kamu akan menemukan sekitar 20 pengaturan Android anti maling yang perlu diaktifkan untuk mengamankan perangkat dan data dengan lebih ketat.

AI Image

20 Pengaturan Android Anti Maling yang Perlu Diaktifkan Sbb:

Berikut adalah sejumlah pengaturan yang perlu kamu aktifkan di perangkat Android agar kemungkinan pencurian tersebut semakin kecil, sehingga data yang ada di dalam pun akan tetap terlindungi.

1. Aktifkan Alarm Pencurian

Pada perangkat Android, kamu bisa mengaktifkan alarm yang nantinya akan berbunyi ketika seseorang mencuri atau mengakses paksa perangkatmu. Alarm ini akan beraksi ketika ponsel digerakkan atau dicabut secara diam-diam saat diisi dayanya.

Bunyi alarm yang keras cukup bisa menakut-nakuti oknum pencuri tersebut. Alarm ini cocok kamu aktifkan ketika berada di tempat umum atau sedang meletakkan ponsel di suatu tempat. Dan menariknya, alarm pencurian yang berbunyi, tidak akan bisa dimatikan langsung seperti alarm biasa, karena harus menggunakan PIN atau biometrik terlebih dahulu. Agar kamu bisa mengaktifkannya, pastikan kamu sudah mengunduh aplikasi TinG Alarm.

2. Aktifkan Deteksi Pencurian

Pendeteksi pencurian di HP Android juga perlu kamu aktifkan agar layar terkunci otomatis ketika ada gerakan perampasan atau pengambilan secara paksa dari tanganmu. Dengan itu, pelaku pencururian tidak bisa langsung mengakses layanan pada perangkat meski sebelumnya kamu menggunakannya.

3. Kunci Layar HP

Keamanan kedua yang juga perlu kamu aktifkan adalah kunci layar pada HP. Dengan mengunci layar ini, seseorang tidak akan bisa mengakses layanan yang ada di dalamnya secara sembarang, sekaligus tidak bisa mencuri data yang tersimpan. Pastikan kamu menggunakan kombinasi yang kuat agar tidak ada yang bisa menebak dengan mudah.

4. Gunakan Biometrik

Untuk pengamanan yang lebih kuat, kamu juga bisa memanfaatkan kunci keamanan biometri. Artinya, kamu dapat menggunakan sidik jari atau Face ID untuk mengunci perangkatmu. Namun cara ini bisa kamu lakukan jika perangkat memang mendukung layanan tersebut.

5. Aktifkan Fitur Find My Device

Jangan lupa untuk mengaktifkan layanan Find My Device untuk perangkat Androidmu. Dengan fitur ini, kamu bisa melakukan pelacakan jika mungkin suatu saat HP hilang atau dicuri. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan fitur yang ada di dalamnya untuk mengunci perangkat hingga menghapus semua data dari jarak jauh untuk mengamankannya.

6. Kunci Jaringan

Mengunci jaringan adalah salah satu hal yang juga harus kamu lakukan. Dengan ini, seseorang tidak akan bisa mematikan jaringan seluler, WiFi, ataupun mode pesawat secara langsung tanpa menggunakan PIN layar kunci yang telah ditentukan.

7. Kunci Kartu SIM

Kartu SIM bisa saja dipindhkan ke perangkat lain untuk mendapatkan kode OTP dari akun online. Nah, agar kartu SIM ini tetap tidak bisa diakses meski dipindahkan, kamu dapat mengunci kartu SIM melalui pengaturan perangkat. Ini akan membantu mengamankan akun yang terdaftar menggunakan nomormu.

8. Batasi Notifikasi Layar

Notifikasi layar juga bisa menjadi salah satu celah yang digunakan untuk melihat kode OTP. Sehingga, kamu juga perlu membatasi atau menonaktifkan notifikasi pada layanan sensitif seperti perpesanan, notifikasi keuangan, dan lainnya.

9. Kunci Aplikasi

Ketika kamu mungkin meminjamkan perangkatmu pada orang lain, kamu bisa mengunci aplikasi tertentu agar mereka tidak bisa membukanya jika kamu memang tidak mengizinkan.

10. Sembunyikan Data di Brankas

Kamu juga bisa membuat brankas di HP Android untuk menyembunyikan semua data penting atau sensitif yang ada di perangkat. Misalnya seperti foto, video, bahkan hingga aplikasi. Dengan ini, tidak akan ada orang yang bisa mengakses dan mencuri datamu secara diam-diam.

Namun untuk bisa mengaktifkan brankas ini, kamu perlu mengunduh layanan pihak ketiga seperti L Calculator terlebih dahulu. Layanan ini akan memberikan perlindungan terjamin, dengan sistem memotret seseorang yang berusaha keras membuka brankas dengan kode PIN yang salah, sehingga kamu akan mengetahuinya.

Meski begitu, hanya ada kemungkinan kecil brankas ini diketahui orang lain. Karena pada dasarnya, L Calculator akan menyamar sebagai aplikasi kalkulator biasa dengan ikon dan nama standar, sehingga tidak mudah dicurigai. Kamu pun bisa membuat PIN palsu jika ada seseorang yang memintamu membukanya.

Perlu diketahui juga bahwa kamu bisa mencadangkan langsung semua file yang tersimpan pada berangkas ini ke penyimpanan cloud. Dalam hal ini, Dropbox menjadi cloud yang bisa kamu manfaatkan. Jadi, kamu tidak perlu takut jika kehilangan perangkat, karena data penting yang tersimpan bisa kamu akses di perangkat baru.

11. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Fitur verifikasi dua langkah seharusnya sudah dimiliki oleh semua akun online. Dan kamu perlu mengaktifkan fitur ini untuk memberikan perlindungan tambahan pada akun milikmu. Saat fitur diaktifkan, meski oknum mengetahui kode OTP, mereka akan tetap kesulitan mengakses akunmu karena perlu menggunakan PIN 6 digit.

12. Hentikan Izin Instalasi Ilegal

Pastikan kamu tidak memberikan izin pada aplikasi ilegal untuk diinstal. Langkah ini dapat membantu pengamanan berlapis agar aplikasi berbahaya yang mungkin mengandung malware atau virus tidak bisa masuk ke perangkatmu.

13. Aktifkan Google Play Protect

Melalui Google Play Store, kamu juga bisa mengaktifkan fitur Google Play Protect untuk memindai aplikasi berbahaya yang masuk ke perangkat agar kamu dapat mengatasinya langsung.

14. Cegah Penggunaan USB Debugging

Data pribadi yang ada di perangkat bisa saja dipindahkan ke laptop atau perangkat lainnya menggunakan USB. Agar hal ini tidak terjadi, kamu perlu menonaktifkan USB Debugging melalui Opsi Pengembang di pengaturan. Dari sini, seseorang tidak akan bisa memindahkan data yang ada di HP saat layar terkunci.

15. Kelola Izin Aplikasi

Periksa semua izin aplikasi yang terinstal di perangkatmu. Pastikan kamu mengelolanya dengan baik. Hentikan izin kamera, mikrofon, kontak, maupun lokasi, untu aplikasi-aplikasi yang memang tidak membutuhkan akses ke layanan tersebut. Pastikan juga izin yang diberikan memang sesuai dengan tugas aplikasi.

16. Batasi Akses Lokasi

Sekalipun terdapat aplikasi yang membutuhkan izin lokasi, kamu bisa membatasinya agar izin tersebut hanya aktif ketika kamu menggunakan aplikasi. Dengan begitu, aplikasi tidak secara terus-menerus mencatat riwayat lokasimu.

17. Enskripsi Perangkat

Antisipasi data dicuri ketika penyimpanan dibongkar secara fisik. Di sini, kamu bisa mengenksripsi perangkat dengan fitur yang sebagian besar dimiliki oleh perangkat Android versi modern saat ini.

18. Hapus Data Jarak Jauh

Seperti yang telah dikatakan di bagian atas, Find My Device dapat dimanfaatkan juga untuk menghapus semua data yang tersimpan di dalam HP dari jarak jauh. Jadi jika kamu kehilangan perangkat, segeralah hapus data tersebut jika memang sekiranya HP tersebut tidak bisa kamu dapatkan lagi.

19. Atur Info Kontak Darurat

Dengan mengaktifkan info kontak darurat, kamu dapat menambahkan nomor HP atau pesan darurat di layar kunci ketika kehilangan perangkat. Jadi ketika seseorang mungkin menemukannya, mereka bisa menghubungimu secara langsung.

20. Lockdown Mode

Mode ini bisa kamu aktifkan agar layar kunci hanya bisa dibuka dengan PIN saja. Ini akan sangat berguna jika kamu berada di tempat rawan yang bisa memanfaatkan biometrikmu untuk membuka kuncinya. Artinya, kunci biometrik akan dinonaktifkan di sini, sehingga tidak akan bisa dibuka jika tidak menggunakan PIN.

Itulah 20 pengaturan Android anti maling yang perlu diaktifkan yang dapat disampaikan di kesempatan kali ini. Semoga informasi yang telah diberikan di atas dapat membantumu memberikan perlindungan keamanan berlapis pada perangkatmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *