...
WHATSAPP

10 Cara Melindungi Akun WhatsApp Agar Tidak Diretas

×

10 Cara Melindungi Akun WhatsApp Agar Tidak Diretas

Sebarkan artikel ini

WhatsApp sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan para pengguna internet. Melalui WhatsApp, pengguna dapat berinteraksi dengan orang lain tanpa terhalang jarak dan waktu hanya dengan bertukar pesan teks, suara, panggilan, hingga melakukan panggilan video.

Tidak hanya itu, pengguna bahwa bisa membagikan berbagai momennya melalui fitur status yang sudah cukup lama dihadirkan. Bahkan saat ini pun, pengguna dapat melakukan berbagai bisnis melalui WhatsApp untuk menambah penghasilan.

Oleh karena itu, pengguna perlu mengamankan akun WhatsApp yang memiliki banyak fungsi ini agar tidak bisa dibobol oleh para oknum tak bertanggungjawab yang berusaha meretas untuk melancarkan berbagai aksi kejahatan lanjutannya.

Nah, untuk mengamankan akun secara lebih mendalam, WhatsApp telah merilis Pusat Keamanan global terbarunya. Karenanya, pengguna bisa mempelajari lebih lanjut terkait cara yang dapat dilakukan untuk menghindari akun diretas yang berisiko menyebabkan penipuan, spam, dan berbagai kejahatan siber lainnya.

10 Cara Melindungi Akun WhatsApp Agar Tidak Diretas

Langsung saja, berikut adalah langkah-langkah yang sebaiknya Anda lakukan agar akun WhatsApp memiliki perlindungan yang lebih ketat, sehingga sulit untuk dibajak.

1. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah

Fitur perlindungan akun dengan mengaktifkan verifikasi dua langkah ini sebenarnya sudah cukup lama dihadirkan oleh WhatsApp. Namun, banyak pengguna yang mengabaikannya dan tidak mengaktifkannya. Padahal dengan mengaktifkan fitur ini, akun akan memiliki perlindungan ekstra.

Saat diaktifkan, Anda akan diminta untuk memasukkan PIN 6 digit yang telah dibuat sebelumnya untuk memverifikasi akun. Jika tidak menggunakan PIN tersebut, akun tidak akan bisa diakses. Apabila Anda melupakan PIN yang telah dibuat, Anda bisa meminta pengaturan ulang dengan akun pemulihan yang sebelumnya ditetapkan

2. Gunakan Aplikasi Resmi

Saat ini, sudah banyak dihadirkan aplikasi tidak resmi yang tentunya berasal dari sumber tidak resmi juga. Dan karena fitur-fitur yang terdapat di dalamnya cukup lengkap, bahkan fitur berayar pun bisa menjadi gratis, banyak pengguna yang mau menggunakannya.

Padahal, aplikasi yang diunduh melalui sumber tidak resmi ini memiliki risiko terinfeksi virus. Keamanan yang dibawanya tidak sekuat aplikasi resmi atau bahakan tidak memiliki sistem keamanan yang membuat malware kadang masuk ke aplikasi.

Jika Anda mengunduh aplikasi tersebut, malware akan ikut menginfeksi perangkat yang tentu saja akan sangat berbahaya bagi keamanan data yang ada. Jadi, pastikan aplikasi WhatsApp yang Anda gunakan diunduh melalui toko aplikasi resmi seperti Play Store atau App Store.

3. Manfaatkan Fitur Kunci Chat

Berbagai fitur baru telah dihadirkan WhatsApp untuk meningkatkan privasi penggunanya, salah satu fitur tersebut adalah fitur Kunci Chat. Dengan fitur ini, Anda dapat mengunci chat penting atau sensitif agar tidak bisa dilihat siapa pun pada saat HP Anda mungkin dipinjam.

Bahkan untuk pesan baru yang masuk pun tidak akan bisa dilihat melalui notifikasi karena WhatsApp hanya akan memberikan notifikasi seperti “WhatsApp: 1 pesan baru” saja.

4. Privasi Grup

Anda dapat membatasi siapa saja yang dapat memasukkan Anda ke dalam grup. Jadi, jika ada orang yang ingin memasukkan Anda ke dalam grup misterius, tidak akan bisa dilakukan. Bahkan jika Anda sudah masuk ke dalam grup tapi tidak nyaman dengan obrolannya, Anda bisa langsung keluar tanpa terlihat oleh anggota lain.

5. Gunakan Fitur Media Sekali Lihat

Untuk meningkatkan privasi pesan Anda, terlebih jika berupa gambar atau video yang sensitif, Anda dapat memanfaatkan fitur media sekali lihat dan mengirimkannya pada orang yang Anda izinkan untuk melihat.

Perlu diketahui bahwa fitur media sekali lihat ini hanya dapat diakses sekali saja oleh penerima dan pengirim. Jika sudah dibuka, media tersebut akan langsung hilang dan tidak tersimpan di galeri HP. Jadi, tidak akan lagi bisa diakses oleh siapa pun.

Tidak hanya itu, Anda juga dapat menonaktifkan laporan di baca untuk meningkatkan privasi. Artinya, pengirim pesan tidak akan bisa melihat tanda bahwa anda telah membaca pesan yang dikirimkannya.

6. Sembunyikan Status Online

Fitur lain yang dapat membantu Anda meningkatkan privasi adalah dengan menonaktifkan status online. Atau Anda bisa mengatur siapa saja yang boleh melihat Anda sedang online atau tidak di WhatsApp. Terakhir Anda mengakses WhatsApp juga bisa diatur sesuai keinginan.

7. Cek Perangkat Tertaut Secara Berkala

Hal penting lainnya yang perlu Anda perhatikan adalah fitur tautan perangkat. WhatsApp telah menyediakan fitur yang dapat diakses untuk menautkan akun di perangkat lain. Anda perlu memeriksa fitur ini kalau-kalau ada perangkat asing yang tertaut padahal Anda tidak pernah menautkannya.

8. Konfirmasi Validitas Informasi

Jika Anda menerima pesan berupa informasi mencurigakan dari WhatsApp, Anda dapat mengecek fakta dari informasi tersebut dengan akun International Fact Checking Networks (IFCN) melalui WhatsApp. Anda bisa melaporkan misinformasi melalui organisasi-organisasi terpercaya yang sudah bekerjasama dengan WhatsApp di sini.

9. Laporkan dan Blokir Pesan Mencurigakan

Apabila Anda menerima pesan dengan embel-embel menggiur, link, file, atau apapun yang mencurigakan, segera laporkan aktivitas tersebut dan blokir nomor yang mengirimi Anda pesan mencurigakan tadi. Dan apabila kontak yang Anda laporkan terbukti melanggar, kontak tersebut akan diblokir WhatsApp.

10. Nonaktifkan Akun WhatsApp

Sudah melakukan beberapa cara di atas untuk mengamankan akun WhatsApp, tapi akun tetap diretas? Segera lakukan penonaktifan akun. Hubungi email support@whatsapp.com dengan judul email “Lost/stolen: please deactive my account”. Dan jika ingin mengaktifkannya kembali, Anda masih bisa melakukannya sbelum 30 hari berlalu.

Key Takeaways

  • WhatsApp penting untuk komunikasi, tetapi pengguna harus mengamankan akun dari peretasan.
  • Aktifkan verifikasi dua langkah untuk perlindungan ekstra dan pastikan menggunakan aplikasi resmi untuk keamanan.
  • Manfaatkan fitur Kunci Chat dan media sekali lihat untuk menjaga privasi pesan Anda.
  • Selalu cek perangkat tertaut dan laporkan pesan mencurigakan untuk menghindari penipuan.
  • Jika akun diretas, segera nonaktifkan dengan menghubungi WhatsApp sebelum 30 hari berlalu.

Itulah 10 Cara Melindungi Akun WhatsApp Agar Tidak Diretas dengan mudah. Semoga dapat membantu.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *