Demo di sejumlah titik Jakarta pada Jumat, 29 Agustus 2025 kemarin dilakukan mulai dari Polda Metro Jaya, Mako Brimob Kwitang hingga kawasan depan gedung DPR. Demo tersebut dihadiri oleh sebagian besar Mahasiswa dan masyarakat yang menuntut penanganan kasus pengemudi ojek online, Affan Kurniawan yang tewas.
Markas Brimob Kwitang, depan Polda Metro Jaya, dan depan Gedung DPR pun menjadi sasaran massa. Namun tak hanya itu, linimasa X (dulungan Twitter) juga sangat ramai membahas mengenai demo tersebut. Warganet ingatkan jangan mau terprovokasi SARA seperti 1998 hingga memecah belah.

“Ingat, kerusuhan Mei 98 DIGERAKKAN provokator. Jangan mau diprovokasi, jangan mau disetir. Rakyat bukan wayang, jangan seakan punya jabatan berhak jadi dalang,” tertulis dalam sebuah postingan akun di X, dikutip dari DetikNet.
“Please jangan terprovokasi. Kami yang Chindo tahu kok this isn’t 98, let’s show them para pejabat dan aparat itu kalau we’re better than them and we learn from history. Saling jaga dan saling bantu ya, manteman,” dalam sebuah postingan lain.
“Jangan mau diadu domba kesekian kalinya! Dulu tragedi angke jaman belanda, dan cukup berhenti di 98! JANGAN ADA LAGI 98 YANG LAIN!”
“Ingat kawan, jangan sampai terjadi konflik horizontal sesama rakyat. Jangan sampai kerusuhan 98 terulang.”
“Teman-teman yang di jalan jangan terprovokasi. Stay sharp. Kita udah punya media sosial sekarang, info bisa nyebar, diterima, dan diakses dengan cepat. Hal-hal seperti ini PASTI bisa diantisipasi sedini dan sebaik mungkin. Kita bukan di 98 lagi. Kita PASTI udah pinter”
Dan masih banyak lagi akun yang dengan keras memperingatkan utuk tidak mudah diadu domba para oknum. Hingga saat ini pun linimasa X masih sangat ramai memnta keadilan untuk Affan, si pengemudi ojol yang tewas. Bahkan nama “Affan” menjadi trending 1 di platform tersebut.