Robot-Robot Paling Keren di CES 2026 yang Bisa Jadi Asisten di Rumah – Ajang CES 2026 benar-benar ngebuktiin kalo robot sekarang bukan cuma pajangan atau konsep doang. Tahun ini, robot-robot yang muncul udah siap kerja, siap diajak interaksi, dan bahkan siap masuk ke kehidupan sehari-hari manusia. Dari pabrik besar sampai rumah pribadi, semuanya kebagian jatah inovasi. Yang bikin beda, banyak robot di CES 2026 udah dibekali AI canggih yang bikin respons mereka lebih natural.
Mereka bisa baca situasi, ngambil keputusan, dan menyesuaikan gerakan tanpa harus dikontrol terus-terusan. Jadi bukan sekedar mesin jalan, tapi partner kerja versi masa depan. Mulai dari robot industri super kuat, asisten rumah tangga yang bisa beberes dapur, sampai peliharaan digital yang bisa bikin baper, semuanya hadir di satu panggung. CES tahun ini kayak teaser kehidupan 10–20 tahun ke depan, tapi versinya udah bisa dibeli.

Robot Keren yang Bikin Rumah Serasa Punya Asisten Pribadi
Berikut Robot-Robot Paling Keren di CES 2026 yang Bisa Jadi Asisten di Rumah. Siap-siap nabung ya, siapa tau ada yang cocok buat nemenin kamu di rumah!
1. Boston Dynamics Atlas
Atlas versi terbaru datang sebagai robot humanoid elektrik yang benar-benar serius buat kerja berat. Boston Dynamics ngerancang robot ini buat lingkungan industri, bukan sekedar demo gaya-gayaan. Tubuhnya fleksibel banget karena punya puluhan titik sendi yang bikin gerakannya luwes, dari jongkok ekstrem sampai muter badan tanpa drama.
Soal tenaga, Atlas jelas nggak main-main. Robot ini bisa ngangkat beban sampai kisaran 50 kg dan menjangkau rak tinggi tanpa perlu tangga. Lengan dan kakinya bergerak stabil walau harus kerja di area sempit atau lantai nggak rata. Buat urusan gudang dan pabrik, Atlas jelas jadi mimpi manajer operasional.
Yang bikin makin gila, Atlas pakai kecerdasan buatan hasil kolaborasi dengan Google DeepMind lewat sistem AI Gemini. Otaknya bisa mikir, ngambil keputusan, dan menyesuaikan gerakan tanpa nunggu perintah terus-terusan. Kalo baterainya mau habis, robot ini tau sendiri kapan harus ganti daya tanpa disuruh manusia.
Boston Dynamics juga bikin Atlas tahan banting. Robot ini sanggup kerja di suhu ekstrem, tahan cipratan air, dan tetap stabil di kondisi lingkungan yang ribet. Hyundai bahkan udah siap nurunin Atlas langsung ke pabrik mereka, bukti kalo robot ini bukan sekedar eksperimen, tapi calon tenaga kerja beneran.
2. Roborock Saros Rover
Masalah klasik robot vacuum akhirnya ketemu lawannya. Roborock Saros Rover hadir dengan desain unik berupa kaki beroda yang bisa ditekuk, mirip katak mekanik. Desain ini bikin Rover nggak cuma jago nyedot debu di lantai datar, tapi juga sanggup naik dan turun tangga rumah.
Saat ketemu tangga, robot ini otomatis ngangkat bodinya sendiri lalu membersihkan tiap anak tangga satu per satu. Gerakannya emang nggak ngebut, tapi hasilnya rapi dan konsisten. Dalam satu menit kurang lebih, beberapa anak tangga bisa langsung bersih tanpa perlu bantuan sapu manual.
Saros Rover juga jago ngadepin rintangan kecil. Ambang pintu tinggi, kaki meja, sampai mainan kecil di lantai bisa dia lewati tanpa drama. Sistem kameranya bikin robot ini tau mana kabel, mana benda kecil yang rawan kesedot. Jadi drama kabel nyangkut yang sering bikin emosi bisa berkurang drastis.
Walau masih tahap pengembangan, harga yang diprediksi bikin orang mikir dua kali. Kisaran 2.500 dolar AS jelas bukan angka kecil. Tapi kalo rumah kamu bertingkat dan capek nyapu tangga tiap hari, robot ini bisa jadi solusi masa depan yang masuk akal.
3. LG CLOiD
LG datang ke CES 2026 sambil bawa ambisi besar lewat CLOiD. Robot ini punya bentuk humanoid yang langsung kelihatan niat kerja, bukan sekedar pajangan futuristik. Kepalanya berisi kamera dan sensor, badannya bisa naik-turun, lengannya lengkap dengan lima jari, dan bagian bawahnya pakai roda biar geraknya stabil di lantai rumah.
Soal kerjaan rumah, CLOiD nggak cuma janji manis. Robot ini bisa melipat pakaian dengan rapi, mindahin piring kotor ke mesin pencuci, sampai bantu nyiapin makanan sederhana. Gerakannya emang masih pelan, tapi presisi. Jadi bukan tipe robot yang asal cepat tapi hasilnya berantakan.
LG tanamkan sistem Vision-Language-Action. Sistem ini bikin CLOiD bisa ngerti perintah suara sehari-hari tanpa harus bahasa ribet. Kamu tinggal ngomong, CLOiD langsung eksekusi. Robot ini juga nyambung penuh sama ekosistem LG ThinQ, jadi sambil jalan dia bisa ngatur TV, AC, lampu, sampai ngecek status kulkas.
Selain jadi tukang bantu, CLOiD juga berperan sebagai penjaga rumah. Kameranya aktif mantau kondisi sekitar, sensornya bisa deteksi hal mencurigakan, dan semuanya langsung masuk ke sistem rumah pintar. LG jelas pengen CLOiD jadi partner hidup, bukan sekedar alat elektronik mahal.
4. Sweekar
Sweekar hadir buat kamu yang pengen punya teman tapi nggak ribet kayak miara hewan asli. Robot kecil ini ngusung konsep peliharaan digital fisik yang hidupnya bener-bener bergantung sama perlakuan pemiliknya. Dari awal, Sweekar muncul dalam bentuk telur dan bakal menetas kalo kamu rutin berinteraksi.
Seiring waktu, tubuh Sweekar bakal berubah secara nyata, bukan cuma animasi. Dia punya tiga fase utama, bayi, remaja, dan dewasa. Setiap fase ngebawa perubahan bentuk, perilaku, dan respons emosional yang beda. Cara kamu ngajak main, ngobrol, atau bahkan ninggalin dia bakal nentuin sifat akhirnya, mau jadi ceria, cuek, atau super manja.
Yang bikin Sweekar beda dari mainan biasa, AI generatif di dalamnya terus belajar dari kebiasaan kamu. Robot ini bisa ngenalin pola suara, waktu interaksi, sampai respon emosional sederhana. Kalo kamu jarang ngajak interaksi, Sweekar bisa stres, performanya turun, dan di titik tertentu dia bisa mati lalu semua progresnya hilang.
Rencananya, Sweekar bakal meluncur lewat Kickstarter di akhir 2026 dengan harga sekitar 150 dolar AS atau Rp2,5 jutaan. Produk ini nyasar ke pengguna yang pengen nostalgia ala Tamagotchi tapi dengan teknologi modern. Sweekar buktiin kalo robot nggak melulu soal kerja, tapi juga soal rasa ditemani dan ikatan emosional.
5. Unitree Robotics G1
Unitree Robotics sukses bikin orang berhenti scroll lewat G1, robot humanoid yang dirancang buat lebih dari sekedar pamer teknologi. Tingginya sekitar 132 cm dengan desain ramping yang bisa dilipat, jadi gampang dipindahin dan nggak bikin ruangan berasa penuh.
Bagian paling mencolok dari G1 ada di sistem geraknya. Robot ini punya 23 sampai 43 motor sendi tergantung versi, yang bikin gerakannya fleksibel dan responsif. Dalam demo resmi, G1 bisa ngerjain gerakan bela diri, loncat ringan, dan manuver cepat yang butuh keseimbangan tinggi tanpa goyah.
Untuk daya, G1 pakai baterai 9.000 mAh yang sanggup bertahan sekitar dua jam dalam pemakaian aktif. Unitree juga nyematkan sensor LiDAR 3D dan kamera kedalaman supaya G1 bisa baca lingkungan secara presisi, mulai dari jarak objek sampai kontur ruangan.
Soal harga, G1 dibuka mulai 13.500 dolar AS atau sekitar Rp227 jutaan, angka yang relatif lebih ramah buat ukuran robot humanoid. Unitree nyasar pasar riset, edukasi, dan industri ringan, tapi kehadiran G1 nunjukin satu hal penting, robot humanoid pelan-pelan turun kasta dari barang super mahal jadi teknologi yang makin realistis buat dimiliki.
Penutup
Itu dia pembahasan kita tentang Robot-Robot Paling Keren di CES 2026 yang Bisa Jadi Asisten di Rumah. CES 2026 nunjukin kalo robot sekarang nggak cuma buat pamer teknologi, tapi benar-benar siap masuk ke kehidupan sehari-hari. Dari bantu kerja rumah, nemenin di waktu senggang, sampai jadi tenaga kerja di industri, semuanya mulai terasa lebih dekat dan realistis.
Perkembangan ini bikin kita makin tau kalo masa depan bukan soal manusia diganti robot, tapi soal kolaborasi biar hidup jadi lebih ringan. Tinggal nunggu waktu sampai robot-robot ini beneran ada di rumah dan jadi bagian rutinitas harian.







