...
Download Reels Facebook Tanpa Aplikasi
BERITA TEKNOLOGI

Ratusan Juta Password Layanan dan Media Sosial Tersebar di Internet

×

Ratusan Juta Password Layanan dan Media Sosial Tersebar di Internet

Sebarkan artikel ini

Ratusan juta password layanan dan media sosial tersebar di internet lantaran database yang berisi 149 juta username dan password pada puluhan layanan bocor. Yang terdampak di sini adalah layanan dan media sosial seperti iCloud, Gmail, TikTok, Facebook, dan berbagai layanan populer lainnya.

Database sebanyak 149 username dan password tersebut pertama kali ditemukan oleh Jeremiah Fowler, seorang analis keamanan siber. Ia tidak menemukan siapa yang mengoperasikan database yang ditemukan tersebut.

Oleh sebab itu, Fowler langsung melaporkan temuannya kepada penyedia hosting. Dan karena laporan tersebut, database yang ditemukan langsung dihapus. Hal ini karena ditemukan bahwa database telah melanggar perjanjian persyaratan layanan yang diberlakukan.

Ratusan Juta Password Layanan dan Media Sosial Tersebar di Internet

Sebelumnya, ketika Fowler berusaha menghubungi penyedia layanan hosting selama sekitar satu bulan, isi dari database terus mengalami kenaikan atau bertambah banyak. Isinya tak lain dan tak bukan adalah data login tambahan untuk berbagai layanan dan media sosial.

Bocoran data media sosial di internet ini diduga telah dikumpulkan menggunakan malware info stealer. Malware tersebut dapat menginfeksi perangkat serta menggunakan teknik seperti keylogging yang bisa merekam segala informasi yang diketik korban pada website, seperti informasi login dan lainnya.

Berikut adalah kredensial yang bocor pada database tersebut, seperti yang dikatakan Fowler:

  • 48 juta kredensial untuk Gmail
  • 17 juta kredensial untuk Facebook
  • 4 juta kredensial untuk akun Yahoo
  • 3,4 juta kredensial untuk Netflix
  • 1,5 juta kredensial untuk Microsoft Outlook
  • 1,4 juta kredensial untuk akun akademik dan institusi dengan domain ‘.edu’
  • 900.000 kredensial untuk iCloud
  • 780.000 informasi login untuk TikTok
  • 420.000 kredensial untuk platform kripto Binance
  • 100.000 kredensial untuk OnlyFans

Database tersebut dapat diakses secara publik oleh semua pengguna internet melalui browser yang tentunya akan berbahaya jika dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Tidak hanya username dan password pada platform populer saja, bahkan Fowler juga menemukan kebocoran kredensial untuk sistem pemerintah dari berbagai negara. Bahkan hingga kebocoran data kartu kredit serta perbankan.

Fowler memang tidak menemukan indikasi pemilik atau siapa yang mengoperasikan dan untuk tujuan apa sebenarnya database tersebut. Namun, kemungkinan sistem ini memang dirancang agar dapat diakses oleh para penjahat siber yang membayar untuk mendapatkan data target penipuan. Sehingga mereka dapat melancarkan aksinya.

Key Takeaways

  • Database berisi 149 juta username dan password untuk layanan populer seperti iCloud, Gmail, dan Facebook bocor ke publik.
  • Jeremiah Fowler, analis keamanan siber, menemukan database tersebut dan melaporkannya kepada penyedia hosting sehingga dihapus segera.
  • Bocoran data diduga berasal dari malware info stealer yang menggunakan teknik keylogging untuk merekam informasi login korban.
  • Kredensial yang bocor mencakup jutaan akun berbagai layanan, termasuk 48 juta untuk Gmail dan 17 juta untuk Facebook.
  • Database juga mengandung kebocoran kredensial pemerintah dan data keuangan, berpotensi digunakan oleh penjahat siber.

Semoga informasi pada artikel dengan judul “Ratusan Juta Password Layanan dan Media Sosial Tersebar di Internet” ini dapat membantu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *