...
Download Reels Facebook Tanpa Aplikasi
BERITA TEKNOLOGI

Persaingan Panas! Cara Halus Microsoft Bikin Kamu Bertahan di Edge dan Ninggalin Chrome

×

Persaingan Panas! Cara Halus Microsoft Bikin Kamu Bertahan di Edge dan Ninggalin Chrome

Sebarkan artikel ini

Persaingan Panas! Cara Halus Microsoft Bikin Kamu Bertahan di Edge dan Ninggalin Chrome – Ngomongin browser di Windows, Edge sebenernya udah jauh berubah dibanding zaman Internet Explorer dulu. Performanya oke, fiturnya juga lengkap, bahkan sekarang basisnya Chromium kayak Chrome. Masalahnya, Edge masih kalah pamor. Banyak orang langsung install Chrome begitu beli laptop baru, tanpa mikir panjang.

Microsoft tau banget soal ini, dan mereka jelas nggak mau kalah begitu aja. Alih-alih ngandelin kualitas buat narik pengguna, Microsoft malah sering ambil jalan pintas. Mereka nyelipin Edge ke berbagai sudut Windows, kadang tanpa permisi. Jadi problem utamanya bukan karena Edge jelek, tapi karena cara Microsoft mendorongnya terasa maksa. Dari update sistem sampai tampilan pencarian, Edge terus nongol seolah jadi satu-satunya pilihan.

Cara Microsoft Bikin Kamu Bertahan di Edge

Persaingan Panas! Cara Halus Microsoft Bikin Kamu Bertahan di Edge dan Ninggalin Chrome. Simak baik-baik biar kamu tau trik nakal yang Microsoft pakai buat ngejegal Chrome!

1. Pilihan Default Kamu Sering Dianggap Angin Lalu

Windows sebenernya kasih opsi buat milih browser favorit. Tapi dalam praktiknya, pilihan itu sering cuma jadi formalitas doang. Walaupun kamu udah set Chrome sebagai browser utama, Windows tetap nekat buka Edge buat banyak hal. Mulai dari file PDF, link di Outlook, Teams, sampai hasil pencarian dari taskbar, semuanya masih diarahkan ke Edge.

Yang bikin makin gemes, kalo kamu buka Edge lalu cari Chrome, sering muncul banner atau pesan yang bikin ragu buat download. Bahkan pernah ada kasus tampilan unduhan Chrome dimodif biar kelihatan kayak peringatan bahaya. The Verge pernah ngangkat isu ini, dan browser Opera sampai ngajuin laporan persaingan usaha di Brasil karena ngerasa Microsoft main curang lewat desain manipulatif.

2. Nurut Aturan, Tapi Cuma di Wilayah Tertentu

Microsoft sebenernya bisa berubah, tapi ceritanya beda kalo nggak ada tekanan hukum. Di wilayah Eropa, regulasi Digital Markets Act bikin Windows harus lebih ramah ke pilihan pengguna. Di sana, kamu bisa hapus Edge, matiin integrasi Bing, bahkan copot Microsoft Store tanpa drama. Sejak akhir Mei lewat pembaruan Edge versi 137, Windows di kawasan European Economic Area berhenti muncul nag screen yang nyuruh kamu set Edge sebagai default.

Sistem juga nggak lagi maksa Edge buka link secara diam-diam, kecuali kamu sendiri yang milih. Sayangnya, perlakuan ini nggak berlaku global. Di luar Eropa, termasuk Amerika Serikat dan wilayah lain, pengguna masih ketemu pola lama. Ini nunjukin kalo perubahan Microsoft bukan datang dari niat menghargai pengguna, tapi karena aturan hukum yang nggak bisa dihindari.

3. Sempat Nyamar Jadi Google, Terus Mendadak Hilang

Microsoft pernah ambil langkah yang bikin banyak orang geleng kepala. Waktu kamu ngetik kata “Google” di Bing, hasil pencariannya tampil mirip banget sama Google Search. Ada kolom pencarian ala Google, desain visual serupa Doodle, sampai tata letak yang bikin mata keceleh. Lebih liciknya lagi, halaman itu otomatis geser ke bawah biar kolom pencarian Bing di atas jadi nggak kelihatan.

Tujuannya jelas, bikin pengguna ngerasa kayak lagi pakai Google, padahal sebenernya masih di Bing. Setelah viral dan kena sorotan luas, Microsoft akhirnya ngilangin tampilan tersebut. Meski sekarang udah hilang, langkah ini ninggalin kesan kuat. Demi nahan pengguna, Microsoft rela main di area abu-abu yang bikin pengalaman orang jadi membingungkan.

Penutup

Itu dia pembahasan kita soal Persaingan Panas! Cara Halus Microsoft Bikin Kamu Bertahan di Edge dan Ninggalin Chrome. Kalo ditarik garis besar, strategi Microsoft kelihatan konsisten dari dulu sampai sekarang. Mereka lebih suka ngatur arah pengguna dibanding ngasih kontrol penuh. Browser seolah dianggap wilayah kekuasaan, bukan pilihan personal. Padahal, di era sekarang, pengguna udah makin sadar soal kebebasan digital.

Selama pendekatan kayak gini masih dipakai, kritik jelas bakal terus berdatangan. Edge bisa aja jadi browser yang solid dan layak pakai, tapi kalo caranya bikin orang merasa dijebak, hasilnya malah berbanding terbalik. Pengguna pengen dihargai pilihannya, bukan diarahkan diam-diam. Tinggal nunggu waktu, mau sampai kapan strategi kayak gini dipertahanin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *