Sebagai pengguna digital teknologi yang mengakses berbagai platform media sosial setiap harinya, pernahkan Anda merasa lelah? Membuka media sosial biasanya dilakukan dengan tujuan refreshing dari berbagai aktivitas yang telah dilakukan. Namun, bagaimana jika membuka platform tersebut malah membuat lelah?
Mungkin dari sekian banyaknya pengguna digital, pernah merasakan kelelahan ketika sudah beberapa saat berselancar di media sosial. Dalam hal ini, kepala berat, emosi yang lebih sensitif, kehilangan fokus, bahkan hingga badan seperti kehilangan energi bisa muncul secara tiba-tiba.

Diperkirakan bahwa banyak pengguna yang sering mengalami kelelahan saat berselancar di media sosial. Kondisi ini bukan disebabkan oleh sugesti atau rasa malas. Namun terdapat penjelasan psikologis kenapa scrolling medsos bisa bikin lelah secara tiba-tiba.
Penjelasan Psikologis Kenapa Scrolling Medsos Bisa Bikin Lelah
Scrolling media sosial tidaklah sama dengan bersantai. Menurut laporan dari Statista, rata-rata pengguna digital menghabiskan 2 jam per hari untuk mengakses media sosial. Dan dalam waktu tersebut, otak tidak sedng diajak bersantai.
Setiap konten yang dihadirkan di layar akan memicu proses berpikir serta mengambil keputusan kecil apakah konten tersebut menarik untuk tetap dilihat, diberikan komentar, like dan sebagainya atau perlu diskip saja.
Kita juga mengetahui bahwa konten di emdia sosial hadir dengan berbagai jenis, mulai dari konten lucu, mengharukan, hingga membuat emosi. Inilah yang memaksa otak untuk berpindah konteks serta emosi dengan cepat.
Konten orang lain yang menyajikan potongan terbaik dalam hidupnya juga membuat kita terkadang membandingkan dengan hidup kita, bisa disebut dengan social comparison. Perpindahan cepat ini yang berpotensi menguras energi mental meski perubahannya tidak akan terasa secara langsung.
Sistem reward yang digunakan pada media sosial juga tidak akan bisa ditebak. Terkadang kita mendapatkan kontens eru atau biasa saja. Dan pola ini mirip dengan slot yang menghadirkan ketidakpastian. Oleh karena itu, kondisi ini yang membuat kita terus ingin berselancar.
Setiap pengguna menemukan konten yang menarik, otak akan melepaskan dopamin zat kimia yang akan memberikan rasa senang. Namun, dopamin yang datang dengan cepat ini juga akan cepat habis.
Setelahnya, otak akan metrasa kosong dan ingin mengulan sensasi yang dirasakan sebelumnya. Dan hal inilah yang membuat pengguna terlalu lama menghabiskan waktu di media sosial dan setelahnya malah merasa lelah tetapi masih tetap ingin mengaksesnya.
Tidak sedikit pengguna masih mengakses media sosial saat menjelang tidur di malam hari. Padahal cayaha laya dan ransangan emosional yang ada dapat mengacaukan ritme tubuh. Ini dapat mengakibatkan tidur tidak terasa nyenyak dan di hari berikutnya akan merasa kelelahan.
Kombinasi Fatigue
Rasa lelah yang dialami pengguna bukan berasal dari satu jenis kelelahan saja. Namun terdapat berbagai bentuk fatigue yang saling tumamg tindih. Efek dari fatigue tersebut akan terasa lebih berat dibandingkan dengan kurang tidur.
Menurut Mindful tech Work, setidaknya terdapat empat fatigue yang berkontribusi dalam rasa lelah pengguna saat terlalu lama bermain media sosial. Adapun fatigue-fatigue tersebut di antaranya adalah:
1. Kelelahan Kognitif
Saat seseorang terlalu lama menatap layar gadget, konsentrasi akan semakin menurun. Tidak hanya itu saja, ingatan kerja juga akan terasa kabur dan otak akan lebih melambat dalam memproses informasi.
2. Kelelahan Emosional
Apabila pengguna melihat konten negatif, berita negatif, hingga perbandingan sosial yang terus menerus muncul di media sosial, dapat berpotensi menguras emosi. Meski pengguna sudah tidaklagi mengakses gadgetnya, terkadang rasa cemas, sedih, atau emosi lainnya akan tetap terbawa.
3. Decision Fatigue
Dalam mengakses media sosial, pengguna akan dihadaptkan pada sesuatu yang mengahruskannya mengambil keputusan. Seperti misalnya melakukan swipe up konten, klik, komentar, like dan sebagainya. Walaupun hal tersebut merupakan sebuah keputrusan kecil, namun jika dilakukan dalam sesi yang panjang akan menjadi menumpuk.
4. Gangguan Pemulihan Tubuh
Ritme Sirkadian akan terganggu saat pengguna berselancar di media sosial di malam hari yang notabenenya digunakan untuk beristirahat. Selain itu, konten dengan emosi tinggi hingga paparan cahaya pada layar juga akan mengganggu.
Dilakukan studi pada remaa yang menun jukkan bahwa paparan layar yang tinggi, terutama di malam hari sangat berkaitan dengan penurunan skor atensi, kemampuan berhitung, hingga memori jangka pendeknya.
Tidak heran jika tubuh akan terasa sangat kelelahan, sulit untuk tidur nyenyak, pikiran penuh, hingga emosi tidak stabil jika keempat hal di atas terjadi secara bersamaan sekaligus.
Hal yang Bisa Dilakukan Untuk Mengurangi kecanduan Media Sosial
Untuk mengatasi hal-hal yang akan membuat tubuh dan mental lelah karena scrolling media sosial ini, Anda bisa mengganti aktivitas dengan sesuatu yang lebih bermanfaat, misalnya seperti membaca buku, berolahraga dan sebagainya.
Lalu, memindahkan media sosial agar tidak mudah diakses juga bisa menjadi salah satu cara yang tepat. Karena pada dasarnya, manusia akan lebih malas melakukan sesuatu yang rumit dalam kurun waktu yang lama. Anda juga bisa memberi waktu berapa menit Anda boleh menatap layar.
Semoga Penjelasan Psikologis Kenapa Scrolling Medsos Bisa Bikin Lelah ini bisa Anda pahami dengan baik. Dengan begitu, Anda juga bisa mengurangi waktu scrolling untuk membuat tubuh terasa lebih sehat.








