YOUTUBE

Pantes Konten YouTube Anda Sepih Ternyata Ini Biangnya

×

Pantes Konten YouTube Anda Sepih Ternyata Ini Biangnya

Sebarkan artikel ini

Pantes konten YouTube anda sepih ternyata ini biangnya. YouTube memberi kita berbagai konten yang kita butuhkan. YouTube memiliki beragam konten mulai dari informatif, informatif, hingga menghibur. YouTube memiliki semakin banyak pembuat konten, yang disebut YouTuber.

Mungkin banyak orang yang mengira menjadi YouTuber adalah pekerjaan  mudah dan bisa menghasilkan banyak uang. Namun, menjadi seorang YouTuber tidaklah mudah. Pemula, terutama yang baru memulai, dapat dengan mudah melakukan kesalahan yang menyebabkan kurangnya penonton salurannya.

Menjadi YouTuber sukses memang tidak mudah. Di balik kesuksesan para YouTuber ternama terdapat kerja keras, dedikasi, dan konsistensi yang tinggi untuk meraih kesuksesan yang mereka miliki saat ini.

Ada banyak kesalahan yang sering dilakukan para pemula YouTube. Berikut beberapa kesalahan umum yang  dilakukan pemula di YouTube yang mengakibatkan penonton sepih. Silakan lihat di bawah untuk detailnya.

Baca Juga :  Ingin Jadi Bintang di Youtube? Ikuti Tips Agar Gaya Visualmu Konsisten!

Tidak konsisten

Hal yang paling sering dilakukan para youtuber baru adalah tidak konsisten dalam mengupload konten. Belum lagi kapan konten pertama kali diunggah, kemungkinan besar akan menarik banyak penonton. Artinya, Anda memiliki banyak penonton yang menunggu konten terbaru Anda. Namun, jika Anda tidak konsisten saat mengupload, penonton akan bosan dan melupakan channel Anda.

Hooks yang kurang menarik

Kesalahan kedua yang dilakukan para YouTuber baru adalah membuat hook-nya kurang menarik.Pasalnya, masih banyak orang yang belum menyadari betapa pentingnya hook dalam sebuah video untuk menggaet penontonnya sejak detik pertama. Sebuah hook biasanya terdiri dari judul dan thumbnail. Jangan lupa deskripsi video dan teaser singkatnya yang viral. Ini adalah sesuatu yang harus sangat diwaspadai. Sebagus apapun kontennya, jika bagian refrainnya tidak menarik, akan sulit  menarik penonton.

Baca Juga :  Ponselmu Masuk Kategori YouTube Signature? Cek Sekarang!

Tidak bisa menentukan target penonton

Setiap youtuber pasti ingin mendapatkan jumlah penonton yang banyak untuk videonya. Namun, banyak pembuat konten yang tidak dapat menentukan  target audiensnya. Padahal, sebelum memulai sebuah channel, pembuat konten harus mengetahui siapa target audiens atau segmentasinya terhadap video yang dibuatnya. Pasalnya, jika tidak dipikirkan sejak awal, Anda cenderung membuat konten sembarangan. Hal ini dapat menyulitkan brand untuk memunculkan ide konten yang menarik karena  mereka hanya membuat video  tanpa mengetahui siapa target audiensnya.

Kualitas video buruk

Banyak pemula mungkin berpikir, bikin video aja dulu yang penting ada yang di upload. Tentu saja cara berpikir seperti ini tidak salah, namun juga tidak benar. Karena di YouTube, selain kontennya menarik, hasil dan kualitas videonya bisa baik atau buruk. Secara teknis, ini akan membuat keseluruhan video lebih menarik. Misalnya saja latar belakang video dan pencahayaan.Sekalipun kontennya bagus, namun jika kualitas videonya buruk, penonton akan merasa bosan dan frustasi.

Baca Juga :  HP Aja Cukup! Rahasia Jadi YouTuber Hits Tanpa Ribet

 Audio tidak jelas

Kesalahan yang dilakukan YouTuber pemula Selain video jelek, audio tidak jelas juga merupakan kesalahan lain yang dilakukan YouTuber pemula. Namun, audio juga memainkan peran penting dalam video. Jika audio pada video Anda tidak jernih dan banyak noise, pengguna akan enggan untuk terus menonton video yang Anda buat. Jika volumenya terlalu rendah atau terlalu keras, penundaan dapat membuat penonton enggan melanjutkan. Jadi, pilihlah klip audio terbaik dengan suara latar yang bagus dan musik pendukung.

Demikianlah penjelasan tentang kesalahan-kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh youtuber pemula yang mengakibatkan sepih penonton dan akun youtubenya sulit berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *