Meta adalah salah satu perusahaan teknologi yang menaungi beberapa platform termasuk Facebook dan Instagram. Dan cara Meta dalam menjaga kebersiha konten di kedua platform tersebut kini dikatakan mulai berubah. Moderator manusia mulai digantikan dengan AI oleh Meta untuk menyaring konten.
Penggunaan kecerdasan buatan (AI) ini menjadi salah satu tanda pergeseran besar dalam cara Meta mengelola miliaran unggahan setiap hari di media sosial miliknya tersebut. Sebelumnya, tugas ini dikerjakan oleh manusia.

Mulai dari meninjau konten yang sensitif, hingga mendeteksi pelanggaran, kini tidak sepenuhnya dilakukan oleh manusia dan perlahan diubah dan dialihkan ke mesin atau sistem kecerdasan buatan (AI). Mereka menyatakan bahwa akan menerapkan sistem AI yang lebih canggih untuk seluruh platformnya.
Moderator Manusia Mulai Digantikan dengan AI oleh Meta
Pendekatan yang bergantung pada tenaga manusia untuk menyaring konten-konten bermasalah, seperti kekerasan, pornografi, hingga penipuan merupakan pendekatan yang diperkirakan tidak akan bertahan lama.
Pekerja manusia diharapkan pada volume konten yang terus meningka, namun pekerjaan moderasi bersifat repetitif serta dapat menciptakan tekanan mental bagi pekerja. Sehingga, akan lebih baik jika tugas ini tidak lagi sepenuhnya diberikan bagi manusia.
Sistem kecerdasan buatan (AI) dianggap lebih unggul dalam merepresentasikan hal tersebut. Hal ini karena AI dianggap dapat bekerja tanpa heni ketika menangani volume konten pada skala yang besar.
Dalam hal ini, Meta menilai bahwa teknologi AI akan sangat cocok untuk digunakan pada tugas-tugas meninjau konten grafis secara berulang. Di sini, sistem AI dapat mendeteksi pola pelanggaran yang terus menerus berubah. Misalnya seperti penjualan obat terlarang atau penipuan yang ada di platform miliknya.
Meski dianggap teknologi AI ini sangat unggul, namun tetap tidak akan sepenuhnya menggantikan pekerja manusia. Moderator manusia masih sangat dibutuhkan namun dalam tiugas yang lain, seperi menjadi pengawas serta pemberi arahan bagi sistem AI di masa mendatang.
Dikatakan bahwa Meta akan memangkas sekitar hingga 20% tenaga kerjanya. Ini merupakan isu eisiensi internal Meta. Dan di saat inilah pengumuman peralihan tenaga manusia ke sistem AI diumumkan. Meta juga mengatakan bahwa AI dapat menggantikan beberapa jenis pekerjaan hinhha engineer tingkat menengah.
Namun penggunaan AI ini tentu memiliki risiko juga. Bahakn laporan yang belum lama ini hadir mengatakan bahwa insiden keamanan melibatkan agen AI Meta. Pada laporan tersebut, dikatakan jika sistem ai internal secara tidak sengaja membocorkan data sensistif para karyawannya.
Selain itu, Meta juga mengatakan bahwa akan melakukan perluasan peluncuran asisten Meta AI dalam bentuk chatbot ke layanan pengguna di platform yang dinaunginya. Chatbot ini nantinya akan membrikan panduan atau solusi berbagai masalah akun yang paling sering dialami.
Key Takeaways
- Meta mulai menggantikan moderator manusia dengan AI untuk menyaring konten di Facebook dan Instagram.
- Penggunaan AI membantu mengelola miliaran unggahan dengan lebih efisien, terutama untuk konten sensitif dan pelanggaran.
- AI dianggap mampu menangani tugas moderasi yang repetitif tanpa tekanan mental bagi pekerja manusia.
- Meskipun AI akan mengambil alih sebagian tugas, moderator manusia masih diperlukan untuk pengawasan dan arahan.
- Meta berencana memangkas hingga 20% tenaga kerjanya sambil memperluas peluncuran asisten Meta AI dalam bentuk chatbot.
Sekian informasi mengenai moderator manusia mulai digantikan dengan AI oleh Meta di atas. Semoga dapat membantu.






