...
Download Video Tiktok Tanpa Watermark Gratis
BERITA TEKNOLOGI

Mark Zuckerberg Tinggalkan Metaverse dan Fokus ke AI

×

Mark Zuckerberg Tinggalkan Metaverse dan Fokus ke AI

Sebarkan artikel ini

Sudah empat tahun berlalu setelah Mark Zuckerberg melakukan perubahan besar-besaran di mana mengubah nama Facebook menjadi Meta dan mengakuisisi beberapa media sosial. Perubahan ini dilakukan sebagai langkah perusahaan untuk fokus ke bisnis metaverse.

Namun kabarnya, minggu ini Meta telah memberhentikan karyawan realitas virtual (VR) pada divisi Reality Labs miliknya. Selain itu, Met juga menutup sejumlah studio yang mengerjakan judul-judul VR. Dan informasi ini dikonfirmasi oleh CNBC.

CNBC mengkonfirmasi laporan bahwa PHK yang berjumlah lebih dari 1.000 pekerjaan ini akan berdampak pada sekitar 10% divisi hardware yang memproduksi headset VR Quest dan jejaring sosial virual Horizon Worlds, seperti yang dilansir melalui detikINET.

Mark Zuckerberg Tinggalkan Metaverse dan Fokus ke AI

Sebenarnya, kurang tepat jika mengatakan bahwa Meta meninggalkan Metaverse. Namun tindakannya kali ini bisa dibilang mengurangi ambisis metaverse karena memprioritaskan investasinya pada AI

Untuk talenta AI top, Meta mengeluarkan banyak uang. Bahkan untuk mempekerjakan pendiri Alexandr Wang, pendiri Scale AI yang saat ini memiliki posisi sebagai pemimpin strategi Meta AI, Meta menggelontorkan USD 14,3 miliar.

Vishal Shah yang diketahui mempimpin upaya metaverse selama empat tahun dipindahkan sebagai wakil presiden produk AI pada Oktober 2025 lalu. Dan pada bulan Oktober ini pula, Meta menaikkan kisaran belanja modal tahun 2025 menjadi USD 70 miliar hingga USD 72 miliar.

Seperti yang dikatakan bahwa Meta juga menutup berbagai studio sebagai bagian dari perubahan. Adapun studio-studio trsebut antara lain adalah Armature Studio, Twisted Pixel, dan Sanzaru, dan Oculus Studios Central Technology.

Di studio lain, seperti Ouro Interactive, pekerja juga dipangkas oleh Meta. Sebagai informasi, studio ini dikembangkan Meta pada tahun 2023 yang dimaksudkan untuk membuat konten pihak pertama bagi Horizon Worlds.

Pada tahun 2023, Meta juga membeli aplikasi kebugaran yaitu Supernatural dengan mengeluarkan uang sejumlah USD 400 juta. Namun kini aplikasi ini dipindahkan ke mode pemeliharaan. Artinya, aplikasi ini akan dijalankan oleh tim inti yang sangat kecil serta tidak akan lagi menerima konten baru.

Rencananya, Meta akan mengalihkan sumber daya Reality Labs dari VR ini ke kacamata AI serta perangkat wearable buatannya. Lalu untuk proyek VR Meta belum benar-benar sukses, berbeda engan perangkat wearable AI-nya yang menghasilkan keberhasilan yang lebih baik, terlebih pada Ray-Ban Meta yang bermitra dengan EssilorLuxottica.

Upaya Meta untuk Membangun Horizon Worlds

Meski Meta lebih berfokus pada teknologi AI untuk produknya, namun Meta tidak sepenuhnya meninggalkan VR. Ia sedang merayu pengembang game Roblox untuk membangun pengalaman bagi Horizon Worlds.

Karena Roblox yang memiliki lebih dari 150 juta pengguna harian, Horizon World dapat berfungsi sebagai corong Meta untuk menarik audiens lebih muda dengan inspirasi dari Roblox maupun Minecraft.

Perusahaan telah berusaha untuk mengarahkan Horizon Worlds menjadi aplikasi smartphone yang populer di tahun lalu. Dan Meta mengambil keputusan ini dikarenakan kinerja headset VR yang buruk dan pertumbuhan eluler yang terus berlanjut, seperti yang dikatakan Ben Hatton, analis CCS Insight.

Dan saat ini, Meta tengah bergulat dengan strategi AI yang tidak terarah ketika mencoba untu mengimbangi OpenAI serta Google yang sudah mengembangkan AI populernya seperti ChatGPT dan Gemini. Di kuartal pertama tahun ini, Meta berencana akan merilis model AI-nya lagi dengan nama kode Avocado.

Semoga informasi di artikel dengan judul Mark Zuckerberg Tinggalkan Metaverse dan Fokus ke AI ini dapat menambah pengetahuan Anda terkait berita teknlogi terbaru saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *