BERITA TEKNOLOGI

Tiktok Di Blokir, Orang Terkaya AS Siap Beli TikTok

×

Tiktok Di Blokir, Orang Terkaya AS Siap Beli TikTok

Sebarkan artikel ini

Keputusan anggota parlemen Amerika Serikat di Bulan April 2024, yang menyatakan akan melakukan blokir pada Aplikasi popular di dunia saat ini yaitu Tiktok yang dimiliki oleh ByteDance asal Cina. Perusahaan tersebut diberi jangka waktu satu tahun untuk melakukan penjualan platform Tiktok tersebut.

Buntut hal ini, Frank McCourt yang saat ini adalah miliarder asal Amerika Serikat memberikan pernyataan jika ingin membeli Tiktok. Rencana ini terjadi setelah Amerika mewajibkan ByteDance menjual operasional TikTok di Negeri Paman Sam dalam waktu setahun ke depan. 

Jika Tiktok Di Blokir, Orang Terkaya AS Siap Beli TikTok. Frank McCourt adalah pendiri Project Liberty dan Ketua Eksekutif McCourt Global. “Frank McCourt hari ini menjelaskan jika saat ini Project Liberty mengorganisir tawaran untuk mengakuisisi platform media sosial populer TikTok di AS, dengan tujuan menempatkan manusia dan pemberdayaan data sebagai pusat dari platform tersebut,” demikian dikutip dari Project Liberty.

Baca Juga :  10 Ide Konten TikTok Ramadan yang Bisa Bikin Engagement Naik

Forbes pernah melaporkan, Frank McCourt memiliki kekayaan sebanyak US$ 1,4 miliar. Dia menjual Dodgers seharga US$ 2 miliar pada 2012 ke Guggenheim Baseball Management. Pada 2016, ia membeli klub sepak bola Prancis Marseille.

Frank McCourt menyatakan alasan dirinya tertarik untuk membeli Tiktok adalah untuk mengubah bisnis dasar TikTok menjadi model sumber terbuka yang memungkinkan pengguna dan kreator memiliki kontrol lebih besar atas data mereka.

Baca Juga :  Cara Reset Algoritma TikTok, Supaya Konten yang Muncul Tidak Monoton

“Kita dapat, dan harus, berbuat lebih banyak untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, keluarga, demokrasi, dan masyarakat kita,” kata McCourt.  

Dia melanjutkan melihat potensi akuisisi ini sebagai peluang luar biasa untuk mengkatalisis alternatif terhadap model teknologi saat ini yang telah menjajah internet.

Frank McCourt juga mengatakan telah mengumpulkan sekelompok spesialis, termasuk bank investasi Guggenheim Securities, firma hukum Kirkland & Ellis, para ahli teknologi, akademisi, dan orang tua, untuk berkonsultasi dalam membeli aplikasi Tiktok.

“Dengan menyatukan akademisi, ahli teknologi, ilmuwan perilaku, psikolog, dan pakar ekonomi terkemuka bersama dengan mitra komunitas, orang tua, dan warga negara, kami yakin kami dapat melestarikan dan meningkatkan pengalaman TikTok dengan memberikan nilai dan kendali yang layak mereka dapatkan kepada individu dan pencipta platform,” kata McCourt.

Baca Juga :  Rahasia Dibalik Blokirnya Akun Ronaldo di YouTube dan TikTok!

Disisi lain ByteDance yang merupakan Perusahaan induk TikTok telah melakukan gugatan kepada pemerintah federal atas larangan tersebut minggu lalu. Tiktok menyebutkan dengan tegas jika mereka sama sekali tidak berencana untuk menjual platform tersebut.

Selain Frank McCourt, Eric Schmit yang merupakan mantan CEO Google ternyata juga sempat berminat untuk membeli Tiktok, namun kemudian membatalkan niatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *