...
Terbaru

Komisi Eropa Minta TikTok Ubah Fitur Antarmuka Unggulan

×

Komisi Eropa Minta TikTok Ubah Fitur Antarmuka Unggulan

Sebarkan artikel ini

TikTok saat ini sudah menjadi salah satu platform media sosial terbesar yang sangat populer di seluruh dunia. Hal ini tidak luput dari layanan yang diberikan, seperti menghadirkan video pendek dengan berbagai hiburan, informasi, dan lainnya.

Bahkan pengguna dibuat ketagihan dengan berbagai konten yang tersedia di platform tersebut. Terlebih TikTok juga memberikan fitur scroll video mudah yang merupakan fitur unggulannya. Denan itu, para pengguna bisa menghabiskan waktu berjam-jam melakukan scrolling video tanpa ingat waktu.

Karena dianggap berbahaya dan membuat pengguna ketagihan, Komisi Eropa minta TikTok ubah fitur antarmuka unggulan tersebut. TikTok dituduh sengaja merancang aplikasinya dengan antarmuka tersebut agar pengguna ketagihan menggunakannya.

Komisi Eropa bahkan sengaja menyinggung beberapa fitur secara spesifik seperti fitur scroll tanpa henti, push notification, fitur recomendation, hingga autoplay yang dihadirkan pada platform buatan ByteDance tersebut.

Komisi Eropa Minta TikTok Ubah Fitur Antarmuka Unggulan

Pada awalnya temuannya, untuk menentukan kepatuhan TikTok terhadap Digital Service Act, Komisi Eropa mengatakan bahwa platform media sosial ini belum cukup menilai bagaimana desain miliknya dapat membahayakan pengguna, terutama pada anak yang masih di bawah umur dan juga oran tua yang sudah rentan.

“Sebagai contoh, dengan terus-menerus ‘memberi hadiah’ kepada pengguna dalam bentuk konten baru, desain fitur tertentu TikTok memicu keinginan untuk terus menggulir dan mengalihkan otak pengguna ke ‘mode autopilot’,” ucap Komisi Eropa pada pernyataan resinya 8/2/2026, dilansir melalui TechCrunch.

“Penelitian ilmiah menunjukkan hal ini dapat menyebabkan perilaku kompulsif dan mengurangi pengendalian diri pengguna,” jelasnya lagi.

Dalam hal ini, Komisi Eropa minta TikTok ubah fitur antarmuka unggulan yaitu fitur scroll tanpa henti. Selain itu, TikTok juga diminta untuk memberikan pembatasan waktu dan mengubah sistem rekomendasi yang ada.

Saat ini, TikTok sudah menghadirkan fitur kontrol orang tua serta fitur untuk membatasi screen time pengguna. Meski begitu, Komisi Eropa menganggap bahwa kedua fitur tersebut belum cukup untuk mengurangi risiko yang membuat penggunanya ketagihan.

Untuk itu, Komisi Eropa memberikan kesempatan lagi pada TikTok agar membantah temuan tersebut. Dan pihak TikTok mengatakan akan menggunakan cara apa pun yang dapat membantah temuan yang dituduhkan.

Key Takeaways

  • TikTok sangat populer, tetapi fitur hati-hati seperti scroll tanpa henti dianggap berbahaya dan membuat pengguna ketagihan.
  • Komisi Eropa meminta TikTok untuk mengubah fitur antarmuka dan memberikan pembatasan waktu serta mengubah sistem rekomendasi.
  • Penelitian menunjukkan bahwa desain TikTok dapat memicu perilaku kompulsif dan mengurangi pengendalian diri pengguna.
  • TikTok sudah memiliki kontrol orang tua dan fitur pembatasan screen time, tetapi Komisi Eropa menganggapnya belum cukup.
  • TikTok diberi kesempatan untuk membantah temuan dan menyatakan akan melakukan yang terbaik untuk membela diri.

Semoga informasi mengenai Komisi Eropa minta TikTok ubah fitur antarmuka unggulan ini dapat membantu Anda lebih update terkait perkembangan teknologi digital saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *