Era teknologi digital yang semakin maju memang sangat membantu pengguna. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kemajuan yang ada saat ini juga banyak dimanfaatkan oleh para oknum tak bertanggung jawab. Penjahat siber semakin mudah melakukan berbagai kejahatan dengan kemudahan yang ada.
Dan mirisnya lagi, sudah banyak orang yang menjadi korban kejahatan siber. Tentunya ini terjadi karena beberapa faktor, entah itu dari teknik manipulasi yang digunakan pelaku, atau memang kelalaian dari pengguna teknologi sendiri.

Sepanjang periode November 2024 hingga Januari 2025, Kementerian Komunikasi Digital (Komdigi) mencatat kerugian finansial yang terlapor akibat kejahatan siber mencapai Rp476 miliar. Dan di pertengahan tahun 2025, sekitar 1,2 juta laporan yang masuk ke sistem pengaduan publik terkait penipuan digital.
Angka yang didapatkan tersebut mengindikasikan bahwa kejahatan siber tidak hanya mengandalkan kecanggihan teknologi saat ini, namun juga memanfaatkan celah perilaku pengguna di ruang digital. Banyak pengguna yang mudah tertipu dengan berbagai embel-embel menarik, sehingga tidak sadar jika mereka sudah terpancing.
Dengan menyimak artikel ini dari awal hingga akhir, Anda akan mengetahui ciri-ciri orang yang mudah menjadi korban penipuan online yang sedang marak terjadi saat ini. Langsung saja kita lihat di bawah.
Ciri-Ciri Orang yang Mudah Menjadi Korban Penipuan Online
Berikut adalah tanda atau ciri pengguna digital yang mudah terkena penipuan online dan menjadi korban para oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan kecanggihan teknologi dan perilaku pengguna.
1. Mudah Percaya
Seperti yang telah disinggung sedikit di atas, pengguna digital banyak sekali yang mudah percaya. Apalagi jika seseorang memberikan narasi yang meyakinkan. Sikap mudah percaya pengguna ini dimanfaatkan oleh para oknum untuk melakukan penipuan.
Dalam hal ini, penjahat siber biasanya akan menyamar sebagai pihak terpercaya, seperti layanan pelanggan, instansi pemerintah, hingga perusahaan finansial. Dan mereka biasanya akan berkomunikasi dengan cara yang meyakinkan.
Pengguna yang mudah percaya, tentunya akan melakukan berbagai instruksi yang diberikan pelaku. Atau bahakn pelaku memberikan ancaman psikologis, sehingga mau tidak mau pengguna segera melakukan apa yang diperintahkan.
2. Cenderung Terburu-buru
Situasi mendesak seringkali menjadi celah yang dimanfaatkan para pelaku kejahatan online untuk melancarkan aksinya. Karena situasi ini, pengguna biasanya akan emngambil keputusan secara cepat tanpa memikirkan dampak ke depannya.
3. Tidak Memeriksa Nomor Telepon dengan Detail
Penjahat siber biasanya akan melakukan penipuan melalui media sosial dengan menyamar sebagai layanan yang terpercaya. Pengguna yang tidak memeriksa secara detail nomor telepon atau media sosial lain yang digunakan apakah resmi atau tidak, tentu akan mudah untuk ditipu.
4. Kurangnya Literasi Digital
Perkembangan digital, tidak diikuti dengan perkembangan kemampuan pengguna untuk memahami perubahan yang ada. Kurangnya pengetahuan terkait perubahan digital yang ada membuat pengguna rentan untuk menjadi sasaran kejahatan siber.
Sebagai contoh, pengguna yang secara asalasalan menekan link palsu karena narasi menggiurkan yang diberikan. Atau bahkan membagikan kode OTP, PIN, maupun informasi sensitif lainnya tanpa mengetahui bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan.
Oleh karena itu, sebagai pengguna digital yang cerdas, sebaiknya untuk selalu update inormasi terkait perkembangan teknologi digital yang ada. Karena berita teknologi akan diperbarui seiring perkembangan yang terjadi.
Adanya informasi mengenai Ciri-Ciri Orang yang Mudah Menjadi Korban Penipuan Online ini adalah salah satu cara untuk mendorong para pengguna teknologi digital agar lebih aware lagi dan tidak mudah untuk ditipu.








