Mengungkap Rahasia, Bahan Peledak Tersembunyi Mossad di Markas Hizbullah! Badan intelijen Israel, Mossad, tengah menjadi sorotan setelah terungkap bahwa mereka diduga memodifikasi pager yang diperuntukkan bagi Hizbullah. Dalam operasi yang terbilang canggih ini, pager tersebut disusupi bahan peledak yang bisa diledakkan dari jarak jauh, menjadikannya senjata berbahaya.
Menurut laporan dari New York Post, sumber dari Sky News Arabia menyebutkan bahwa agen Mossad menanam Pentaerythritol tetranitrate (PETN), zat yang dikenal sangat eksplosif, ke dalam komponen baterai pager tersebut. PETN sering digunakan dalam aplikasi militer karena daya ledaknya yang luar biasa.

Operasi ini tidak hanya berisiko tinggi, tetapi juga berhasil menimbulkan kerusakan yang besar. Pager yang sudah dimodifikasi itu diledakkan dengan sinyal eksternal, yang menyebabkan baterainya overheating dan akhirnya meledak. Akibat dari ledakan ini, ribuan pager hancur, mengakibatkan sembilan korban jiwa dan sekitar 2.800 orang terluka. Ini menunjukkan betapa berbahayanya taktik yang digunakan dalam operasi ini.
Sumber yang berbicara mengenai kejadian ini mengungkapkan, “Mossad meletakkan peledak PETN di baterai, yang diledakkan dengan meningkatkan suhu.” Penjelasan ini menyoroti keahlian teknis yang diperlukan untuk melaksanakan operasi yang kompleks ini.
Pager yang meledak merupakan model terbaru yang baru saja dibeli Hizbullah dan telah didistribusikan kepada anggotanya. Beberapa anggota Hizbullah melaporkan bahwa pager yang mereka gunakan tiba-tiba menjadi panas sebelum akhirnya meledak, menambah ketakutan di kalangan mereka.
Namun, pertanyaan besar muncul: bagaimana Mossad berhasil menyusup ke dalam sistem Hizbullah? Apakah mereka mencegat pengiriman pager, menyusup saat proses produksi, atau bahkan memiliki mata-mata di dalam organisasi tersebut? Seorang sumber keamanan senior Lebanon mengungkapkan bahwa Hizbullah telah memesan sekitar 5.000 pager dari perusahaan Gold Apollo. Hsu Ching-kuang, pendiri Gold Apollo, membantah bahwa pager tersebut diproduksi oleh perusahaannya yang berbasis di Taiwan. Ia menjelaskan bahwa pager itu sebenarnya diproduksi oleh perusahaan di Eropa yang memiliki hak menggunakan merek Gold Apollo. “Produk itu bukan milik kami. Yang ada hanya merek kami,” tegas Hsu.
Operasi ini menunjukkan betapa kompleksnya permainan intelijen dan teknologi dalam konflik yang berlangsung di wilayah tersebut. Taktik yang digunakan Mossad menambah dimensi baru dalam peperangan modern, di mana teknologi dapat dimanfaatkan untuk tujuan yang sangat berbahaya.