Saat ini, para nasabah sudah dimudahkan untuk melakukan transaksi melalui HP. Sejumlah perbankan saat ini sudah menyedikan layanan Mobile Banking untuk memudahkan pengguna mengecek saldo, melakukan transfer, dan sebagainya.
Meski kemudahan telah diberikan, namun pengguna tidak bisa lepas tangan begitu saja terhadap keamanan Mobile Banking yang ada di perangkatnya. Hal ini karena semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak pula celah yang digunakan penjahat siber untuk melancarkan aksinya.

Di artikel ini, kamu akan menemukan bagaimana cara amankan Mobile Banking dari modus kejahatan siber yang masih marak terjadi. Simak sampai akhir agar kamu tidak melewatkan satu pun informasi penting yang dipaparkan di bawah.
Menurut Laporan Ancaman Keuangan Kaspersky 2023 lalu, serangan malware mobile banking serta phishing terkait aset kripto meningkat cukup pesan selama beberapa tahun terakhir. Dan pada tahun 2023 inilah terjadinya substansial jumlah pengguna yang menghadapi Trojan mobile banking.
Diketahui bahwa Trojan perbankan umumnya adalah Bian.h yang mencakup 22% dari seluruh pengguna Android, seperti yang dilansir melalui cnnindonesia.
“Uang selalu menjadi magnet bagi penjahat siber, dan sebagian besar serangan malware bermotif finansial. Lonjakan malware seluler yang terjadi tahun lalu menyoroti tren kejahatan dunia maya yang mengkhawatirkan,” tulis Igor Golovin, pakar keamanan di Kaspersky.
Bahkan Kaspersky mengatakan bahwa phishing mengenai keuangan ini masih terus menjadi ancaman yang serius dan paling tinggi dialami oleh para pengguna digital. Diketahui sebanyak 30,60% dan 27,23% dari total serangan pada pengguna korporat.
Berbagai modus digunakan untuk melancarkan aksi kejahatan ini, seperti menggunakan nama merek toko elektronik yang cukup terkenal. Bahkan penggunaan ini bisa mencapai 41,65%.
Tidak hanya itu, terdapat penipuan lain terhadap aset kripto sebanyak 16%. Aksi phishing dengan toko online pun tercatat hingga 41,65%.
Para penjahat siber ini paling sering meniru situs terkenal seperti Amazon sebanyak 34%, Apple dengan jumlah 18,66%, dan Netflix berjumlah hingga 14,7%. Dan PayPal merupakan sistem pembayaran yang paling sering ditargetkan dengan total 54,73%.
Adapun Cara Amankan Mobile Banking dari Modus Kejahatan Siber Sbb:
- Download aplikasi hanya dari toko aplikasi resmi seperti Google Play Store, App Store, atau Amazon Appstore. Ini karena aplikasi dari sumber tidak resmi tidak akan memiliki sistem keamanan yang terjamin.
- Sebelum memberikan izin pada aplikasi, sebaiknya kamu memerhatikan apakah izin yang diminta itu relevan atau tidak. Karena biasanya, aplikasi berbahaya akan meminta izin yang tidak dibutuhkan untuk mengakses data.
- Gunakan pemindai anti-malware yang dapat membantu kamu mendeteksi dan menghapus aplikasi maupun file berbahaya lainnya yang ada di perangkat.
- Lakukan update atau pembaruan sistem operasi serta aplikasi jika memang sudah tersedia. Dengan begitu, masalah keamanan akan ditingkatkan dan celah yang ada bisa ditutup.
Key Takeaways
- Keamanan Mobile Banking semakin penting di tengah meningkatnya serangan siber, seperti malware dan phishing.
- Trojan Bian.h menjadi ancaman utama bagi pengguna Android, dengan 22% terkena dampaknya.
- Sebanyak 30,60% serangan phishing terjadi pada pengguna korporat, menargetkan merek terkenal seperti Amazon dan PayPal.
- Untuk mengamankan Mobile Banking, unduh aplikasi hanya dari toko resmi dan periksa izin aplikasi yang diminta.
- Gunakan pemindai anti-malware dan lakukan pembaruan sistem untuk meningkatkan keamanan perangkat.
Semoga informasi mengenai cara amankan Mobile Banking dari modus kejahatan siber di atas dapat membantu.






