Saat ini, para pengguna digital sudah bisa membuat berbagai akun media sosial yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan pengguna lainnya di seluruh dunia. Perkembangan teknologi, membuat berbagai hal mudah untuk dilakukan, termasuk kejahatan siber.
Bahkan media sosial yang menjadi salah satu alat berinteraksi miliaran orang pun rentan diakses secara tidak sah oleh oknum tak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kamu sebagai pengguna tentu perlu mengetahui bagaimana cara menghindar dari ancaman ini.

Jika melihat dari data analisis firma konsultan digital, Kepios per April 2024 lalu, terdapat setidaknya 5,07 miliar pengguna media sosial di seluruh dunia. Dan mengingat pengguna akan semakin bertambah, saat ini pasti sudah lebih banyak dari data yang tecatat tersebut.
Dari data yang dipaparkan ini, setidaknya sebanyak 8 juta dari total populasi manusia di dunia ini menggunakan internet. Dan smartphone merupakan salah satu perangkat yang paling sering digunakan untuk mengakses layanan internet ini.
Meski begitu, tingginya pembobolan akun media sosial perlu diwaspadai. Jika akun sudah diretas oleh orang yang salah, data pribadi yang ada di akun bisa bocor dan disalahgunakan untuk melakukan hal-hal yang tidak kamu inginkan.
Di artikel ini, kamu akan menemukan 5 modus pembajakan akun medsos yang perlu diwaspadai agar kamu bisa menghindar dan tidak menjadi salah satu korban. Simak artikel ini sampai akhir jika tak ingin melewatkan informasi penting yang akan diberikan.
5 Modus Pembajakan Akun Medsos yang Perlu Diwaspadai Sbb:
1. Modus Phishing
Phishing merupakan modus yang kerap digunakan pelaku pembajakan dengan menyamar sebagai layanan terpercaya. Dengan ini, mereka dapat mengelabui pengguna, di mana pengguna bisa memberikan informasi pribadi hingga sensitif seperti kata sandi dan lainnya.
Dalam hal ini, pelaku biasanya akan memberikan kalimat yang menarik pengguna untuk menekan sebuah link yang akan mengarahkannya ke website palsu. Di sana, mereka membuat pengguna tertarik atau bahkan terintimidasi, sehingga mengisikan data pribadinya.
2. ClikJacking
ClikJacking juga merupakan penyerangan yang menggunakan beberapa lapisan laman yang akan mengelabui pengguna untuk menekan link tautan palsu. Modus ini juga dikenal sebagai serangan ganti rugi UI.
Di sini, pelaku pembajakan akan mengarahkan pengguna ke akun mereka pada laman lain. Mereka akan menggunakan teknik kombinasi stylesheet, iframe, serta kotak teks yang dirancang dengan sedemikian rupa. nantinya, pengguna akan dibuat tertarik untuk mengisikan kata sandi email, rekening, dan lainnya.
3. Link-Jacking
Modus penipuan Link-Jacking ini tidak jauh berbeda dengan ClikJacking yang mengalihkan tautan dari situs ke situs lainnya. Ini akan mengalihkan pengguna dari situs terpercaya menuju situs yang sudah terinfeksi malware atau virus.
4. Like-Jacking
Like-Jacking adalah salah satu modus pembajakan yang sering terjadi di media sosial Facebook. Dalam hal ini, pelaku akan memposting tombol Like pada halaman Facebook palsu ke halaman web. Jika tombol Like tersebut diketuk pada halaman, maka malware akan secara otomatis terunduh ke perangkat.
5. Social Spam
Pengguna juga bisa saja terganggu dengan modus penipuan satu ini karena konten spam atau pesan status akan terus muncul di media sosial atau situs web yang sedang diaksesnya. Pesan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk seperti kata-kata kotor, ulasan palsu, tautan yang terinfeksi malware, dan hal-hal yang mendorong kebencian.
Key Takeaways
- Pengguna media sosial perlu waspada terhadap kejahatan siber yang semakin marak.
- Akun media sosial bisa diretas, dan data pribadi bisa disalahgunakan jika tidak hati-hati.
- Artikel membahas 5 modus pembajakan akun medsos yang perlu diwaspadai: Phishing, ClikJacking, Link-Jacking, Like-Jacking, dan Social Spam.
- Phishing melibatkan penipuan melalui link palsu untuk mencuri informasi pengguna.
- Modus ClikJacking, Link-Jacking, dan Like-Jacking berfokus pada pengalihan tautan ke situs berbahaya atau unduhan malware.
Itulah 5 modus pembajakan akun medsos yang perlu diwaspadai pengguna internet. Semoga informasi yang diberikan di atas dapat membantu.






