Saat ini, sudah banyak sekali media sosial yang juga dilengkapi dengan fitur DM (Direct Message). Dan standar keamanan yang digunakan pun relatif sama yaitu dengan menggunakan sistem keamanan terenskripsi end-to-end. Sistem ini sudah diadopsi oleh berbagai platform.
Berbeda dengan platform lainnya, TikTok tidak mau menerapkan sistem keamanan terenskripsi untuk DM di platform miliknya. TikTok mengatakan bahwa ini adalah langkah yang dapat diambil untuk menjaga kemanan pengguna, terutama untuk para pengguna muda, seperti yang diungkapkannya di media BBC.

Sebagai informasi penting yang perlu diketahui bahwa enskripsi end-to-end merupakan sistem keamanan yang akan mengamankan pesan langsung pengguna. Artinya, saat platform menyediakan sistem keamanan ini, pesan pengguna tidak akan bisa diakses oleh orang lain, selain pengirim dan penerima sendiri.
Bahkan untuk pemilik server pun tidak akan bisa mengakses pesan pengguna, sehingga keamanannya akan terjaga tetap privasi.
Lantas, Mengapa TikTok Tidak Mau Menerapkan Sistem Keamanan Terenskripsi untuk DM di Platformnya?
Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa platform yang menerapkan sistem keamanan ini akan menjamin pesan pengguna tidak bisa diakses oleh siapa pun kecuali si pemilik pesan itu sendiri.
Artinya di sini, semua orang, termasuk TikTok, tim keamanan platform, hingga aparat penegak hukum pun tidak akan bisa mengakses pesan tersebut. Pastinya hal ini akan membuat pengguna leih nyaman.
Tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa hal ini juga akan menyulitkan mereka untuk mengusut tuntas jika terjadi penipuan yang dilaporkan, perundungan, hingga kasus eksploitasi anak.
Karena risiko yang dianggap merugikan pengguna tersebut, TikTok menjelaskan jika langkah yang dipilihnya ini dapat membuat perusahaan membantu penyelidikan apabila memang terjadi pelanggaran di platform.
Meski begitu, TikTok tetap mengatakan bahwa pihaknya akan menyeimbangkan privasi pengguna. Sehingga pengguna akan tetap merasa nyaman, namun juga masalah penanganan keamanan dapat diusut dengan lebih jelas.
Dalam hal ini, TikTok mengatakn bahwa DM di platformnya akan tetap memiliki keamanan enskripsi standar yang serupa dengan layanan Gmail. Saat pesan dikirim dan disimpan di server, pesan pengguna akan tetap aman meski tidak menggunakan enskripsi end-to-end.
Ditegaskan pula bahwa DM TikTok ini hanya akan dapat diakses oleh pihak berwenang ketika sedang dibutuhkan untuk penyelidikan keamanan, laporan pengguna, maupun permintaan hukum yang sah. Jadi, tidak sembarang rang bisa mengaksesnya.
Menanggapi TikTok tidak mau menerapkan sistem keamanan terenskripsi untuk DM yang lebih tepatnya tidak menerapkan enskripsi end-to-end ini, Navara sebagai pakar keamanan siber menilai bahwa langkah TikTok ini tidak sejalan dengan standar privasi global yang mengutamakan perlindungan percakapan pengguna dari pihak ketiga.
Tetapi meski adanya penilaian tersebut, sejumlah organisasi perlindunan anak justru menyambut baik pendekatan yang diambil oleh TikTok. Hal ini, dikarenakan sistem enskripsi end-to-end dinilai mempersulit deteksi eksploitasi anak atau penyebaran konten ilegal.
Key Takeaways
- TikTok tidak menerapkan sistem keamanan terenskripsi end-to-end untuk DM demi menjaga keamanan pengguna, terutama anak muda.
- Tanpa enkripsi end-to-end, TikTok dapat membantu pihak berwenang dalam penyelidikan kasus penipuan, perundungan, dan eksploitasi anak.
- DM TikTok menggunakan standar keamanan seperti Gmail, di mana pesan tetap aman meskipun tanpa enkripsi end-to-end.
- Beberapa pakar keamanan siber mengkritik keputusan TikTok karena dianggap tidak sejalan dengan standar privasi global.
- Namun, organisasi perlindungan anak justru mendukung pendekatan TikTok karena enkripsi end-to-end bisa menyulitkan deteksi konten ilegal.
Semoga informasi mengenai TikTok tidak mau menerapkan sistem keamanan terenskripsi untuk DM di atas dapat membantu menambah penetahuan anda terkait informasi terbaru saat ini.






