Sekarang hampir semua obrolan penting pindah ke WhatsApp. Dari urusan kerjaan, tugas kampus, sampai chat keluarga, semuanya numpuk di satu aplikasi. Karena isinya banyak hal pribadi, kamu wajib banget jagain keamanannya biar nggak ada yang iseng masuk tanpa izin. Masalahnya, masih banyak orang yang pakai WhatsApp seadanya tanpa ngecek pengaturan privasi.
Padahal fitur keamanannya lumayan lengkap dan gampang banget diaktifin. Kalo kamu cuek, celah kecil aja bisa dimanfaatin orang buat nyusup atau ngintip aktivitas kamu. Makanya penting buat mulai lebih peduli sama keamanan akun sendiri.
Yuk kita bahas 26 Tips Agar Akun WhatsApp Tidak Mudah Disadap yang akan diberikan di bawah ini. Langsung saja simak penjelasannya agar kamu bisa memahami langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengamankan akun WhatsApp dari penjahat siber.

Berikut Tips Supaya Akun WhatsApp Tetap Aman dan Nggak Gampang Disadap. Simak baik-baik biar privasi kamu selalu terjaga dari jangkauan orang-orang kepo di luar sana!
1. Cek Aplikasi Mencurigakan
Langkah yang bisa dilakukan untuk memastikan HP aman dari penyadapan yang bisa saja mengarah ke peretasan akun adalah dengan memeriksa aplikasi mecurigakan di HP. Terlebih untuk aplikasi yang mendapat izin tidak relevan dengan fungisnya, aplikasi seperti ini perlu diwaspadai.
Agar izin semua aplikasi yang terinstal di HP dapat diperiksa secara otomatis dan tidak menghabiskan banyak waktu, cobalah gunakan layanan pihak ketiga di Play Store seperti aplikasi “Melihat Aplikasi Tersembunyi“.
Aplikasi ini akan membantu pemeriksaan seluruh aplikasi tersintal yang mendapat izin tidak relevan. Dengan begitu, izin bisa dicabut hingga penghapusan aplikasi yang memang tidak dikenal. Ini akan membantu mengamankan perangkat hingga akun WhatsApp.
2. Sembunyikan Aplikasi
Menyembunyikan aplikasi WhatsApp juga bisa dilakukan agar tidak bisa ditemukan pada daftar aplikasi di beranda. Oleh karena itu, akun WhatsApp juga tidak akan bisa diakses sembarang orang karena aplikasi yang tidak bisa ditemukan.
Untuk menyembunyikan aplikasi, bisa menggunakan futur brankas bawaan HP. Namun jika tidak tersedia, kamu bisa memanfaatkan layanan seperti aplikasi Galeri Kalkulator Tersembunyi.
Aplikasi ini aman digunakan karena sudah terverifikasi di Google Play Store. Selain aplikasi, berbagai media seperti foto, video, audio, hingga dokumen penting pun dapat disembunyikan di sini dengan aman.
Diketahui bahwa aplikasi Galeri Kalkulator Rahasia akan berkamuflase atau menyamar sebagai aplikasi kalkulator dengan tampilan dan nama yang sederhana, sehingga sangat kecil kemungkinan untuk dibuka. Meski dibuka oleh orang lain pun, aplikasi akan memotret secara diam-diam. Jadi kamu bisa melihat siapa yang berusaha membukanya secara paksa.
3. Verifikasi Dua Langkah
Jangan lupa mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah melalui pengaturan akun WhatsApp.
4. Kunci Aplikasi
Mengunci aplikasi juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengamankan akun WhatsApp dari penyadapan.
5. Kunci Chat
Fitur kunci chat yang disediakan WhatsApp juga bisa digunakan untuk mengamankan semua chat penting.
6. Cek Perangkat Tertaut
Pastikan tidak ada perangkat asing tertaut dengan akun WhatsApp-mu.
7. Sembunyikan Last Seen
Last Seen itu kelihatan sepele, tapi dari situ orang bisa baca pola aktivitas kamu. Mereka bisa tau kamu biasa online jam berapa, sering aktif malam atau pagi, bahkan bisa nebak kebiasaan harian kamu. Buat orang yang niatnya nggak baik, info kecil kayak gini bisa jadi bahan buat ngawasin kamu diam-diam. Kamu langsung atur aja dari Settings > Privacy > Last Seen & Online. Di situ kamu bisa pilih Nobody, My Contacts, atau My Contacts Except.
Bahkan sekarang kamu juga bisa atur siapa yang bisa lihat status Online kamu. Jadi orang nggak bisa tau kamu lagi aktif atau cuma lagi buka aplikasi sebentar. Semakin sedikit jejak aktivitas yang kamu tampilkan, makin kecil peluang orang buat profiling kebiasaan kamu. Privasi itu bukan lebay, justru itu bentuk proteksi diri. Nggak semua orang perlu tau kamu lagi online atau baru aja baca chat.
8. Atur Siapa yang Bisa Lihat Status
Status sering jadi tempat update kegiatan, curhat tipis-tipis, atau share momen penting. Masalahnya, kalo kamu biarin semua kontak lihat, kamu nggak pernah tau siapa yang screenshot atau nyimpen diam-diam. Apalagi kalo kamu sering upload lokasi nongkrong atau rumah, itu bisa jadi celah keamanan. Masuk ke Settings > Privacy > Status lalu atur jadi My Contacts Except / Only Share With.
Pilih orang-orang yang emang kamu percaya. Kamu juga bisa evaluasi daftar kontak yang udah lama nggak komunikasi tapi masih bisa lihat update kamu. Ingat, status itu bukan siaran TV nasional. Semakin kamu selektif, makin aman aktivitas pribadi kamu. Jangan sampai karena pengen update, malah buka info yang seharusnya cukup kamu aja yang tau.
9. Aktifkan Two-Step Verification
Two-Step Verification itu ibarat kunci kedua buat akun kamu. Jadi selain kode OTP dari SMS, sistem juga minta PIN enam digit yang kamu buat sendiri. Tanpa PIN ini, orang lain nggak bisa daftar ulang nomor kamu di perangkat lain. Kamu tinggal buka Settings > Account > Two-Step Verification lalu aktifkan. Buat PIN yang unik, jangan pakai 123456 atau tanggal lahir.
Tambahin juga email aktif buat reset PIN kalo suatu hari kamu lupa. Email ini penting banget, jadi pastikan emailnya juga aman dan pakai password kuat. Banyak kasus pembajakan akun terjadi karena korban ngasih kode OTP ke orang lain. Dengan fitur ini, walaupun OTP bocor, akun kamu tetap punya lapisan perlindungan tambahan. Jadi jangan anggap remeh fitur ini, aktifkan sekarang juga.
10. Jangan Asal Sebar Data Pribadi
Sering banget ada modus orang ngaku dari pihak resmi, terus minta kode verifikasi atau data pribadi. Padahal sistem keamanan WhatsApp nggak pernah minta OTP lewat chat atau telepon. Kalo ada yang minta, itu hampir pasti penipuan. Jangan pernah kirim nomor KTP, alamat lengkap, detail rekening, atau kode enam digit yang masuk lewat SMS.
Sekali kamu kasih, orang bisa langsung ambil alih akun kamu. Bahkan dalam beberapa kasus, pelaku pakai akun korban buat nipu kontak lainnya. Biasakan buat skeptis dikit kalo ada pesan mencurigakan. Cek dulu, pikir dulu, baru bertindak. Data pribadi itu aset, bukan info murahan yang bisa kamu bagikan sembarangan. Sekali bocor, dampaknya bisa panjang dan ribet urusannya.
11. Jaga Etika, Hindari Konten Sensitif
Ngobrol di WhatsApp emang santai, tapi tetap ada batasannya. Jangan asal kirim konten yang mengandung SARA, kekerasan, atau hal sensitif lainnya. Selain bikin suasana nggak nyaman, laporan dari orang lain bisa bikin akun kamu kena pembatasan. Kalo ada yang lapor, sistem bisa merekam detail aktivitas, mulai dari waktu kejadian, jenis pelanggaran, sampai status tindak lanjutnya.
Jadi jangan anggap remeh aturan komunitas. Sekali akun kena suspend, proses pemulihannya bisa ribet dan belum tentu langsung balik normal. Biasakan pakai bahasa yang sopan walaupun lagi emosi. Chat itu ada jejak digitalnya. Sekali kamu kirim, susah buat narik balik sepenuhnya. Lebih aman ngetik pelan-pelan daripada nyesel belakangan.
12. Cek Fakta Sebelum Share Info
Forward message sering jadi sumber hoaks. Banyak info yang dibungkus seolah-olah resmi padahal isinya belum tentu benar. Kalo kamu ikut sebar tanpa cek, kamu jadi bagian dari rantai penyebaran informasi palsu. Luangkan waktu buat verifikasi lewat media terpercaya atau situs resmi. Jangan cuma karena judulnya heboh terus langsung kamu kirim ke semua grup.
Sekarang juga ada tanda “Forwarded Many Times” yang nunjukin pesan itu udah beredar luas, jadi makin wajib buat kamu cek dulu sebelum share lagi. Sekali berita salah tersebar, dampaknya bisa bikin panik atau konflik. Lebih baik jadi orang yang kritis daripada jadi penyambung hoaks. Jempol kamu punya tanggung jawab.
13. Maksimalkan Pengaturan Privasi
Banyak orang cuma fokus di foto profil, padahal pengaturan privasi di WhatsApp lebih lengkap dari itu. Kamu bisa atur siapa yang bisa lihat About, foto profil, status, bahkan siapa yang bisa nambahin kamu ke grup. Masuk ke Settings > Privacy lalu cek satu per satu. Atur foto profil dan info jadi My Contacts / Nobody kalo perlu.
Di bagian Groups, pilih “My Contacts Except“ supaya orang asing nggak bisa sembarangan masukin kamu ke grup aneh. Semakin kamu kontrol akses ke akun kamu, makin kecil peluang orang kepo atau pelaku kejahatan manfaatin celah. Jangan tunggu kejadian dulu baru repot ngatur semuanya.
14. Aktifkan Disappearing Messages
Fitur Disappearing Messages bikin pesan otomatis hilang setelah jangka waktu tertentu, misalnya 24 jam, 7 hari, atau 90 hari. Cocok banget buat obrolan yang sifatnya sementara dan nggak perlu disimpan terus. Buka chat yang kamu mau, tap nama kontak atau grup, lalu aktifkan Disappearing Messages dan pilih durasinya.
Setelah aktif, pesan baru bakal terhapus otomatis sesuai waktu yang kamu pilih. Tapi tetap inget, fitur ini nggak bikin pesan kebal screenshot. Orang lain tetap bisa simpan secara manual. Jadi walaupun pesan bisa hilang otomatis, kamu tetap harus bijak saat kirim sesuatu yang sensitif.
15. Kunci Aplikasi Pakai Sidik Jari atau Face ID
HP sering dipinjam teman atau keluarga cuma buat lihat sesuatu, tapi siapa yang jamin mereka nggak kepo buka chat kamu? Biar lebih aman, kamu bisa aktifkan Fingerprint Lock atau Face ID supaya aplikasi cuma bisa dibuka pakai biometrik kamu. Masuk ke Settings > Privacy lalu aktifkan Fingerprint Lock atau Face ID sesuai tipe perangkat kamu.
Kamu juga bisa atur durasi kunci otomatis, misalnya langsung setelah keluar aplikasi atau beberapa menit kemudian. Lapisan keamanan ini penting banget, apalagi kalo HP kamu sering ditaruh sembarangan. Dengan biometrik aktif, orang lain nggak bisa asal buka chat walaupun mereka pegang perangkat kamu. Aman, simpel, dan bikin kamu lebih tenang.
16. Aktifkan Notifikasi Perubahan Kode Keamanan
WhatsApp pakai sistem enkripsi end-to-end. Artinya cuma kamu dan penerima yang bisa baca isi pesan. Setiap chat punya kode keamanan unik yang bisa berubah kalo salah satu pihak ganti perangkat atau instal ulang aplikasi. Supaya kamu lebih aware, aktifkan Show Security Notifications di menu Settings > Privacy > Advanced atau Security (tergantung versi aplikasi).
Nanti kamu bakal dapat pemberitahuan kalo ada perubahan kode keamanan dari kontak tertentu. Notifikasi ini penting banget buat deteksi dini. Kalo tiba-tiba ada perubahan yang nggak kamu duga, kamu bisa langsung konfirmasi ke orangnya. Lebih baik waspada dulu daripada kecolongan tanpa sadar.
17. Rutin Cadangkan Chat ke Cloud
HP rusak, jatuh, atau hilang itu kejadian yang nggak pernah kita rencanakan. Kalo kamu nggak pernah backup, semua chat penting bisa lenyap begitu aja. Padahal kadang ada data kerjaan, dokumen, atau bukti transaksi di dalamnya. Kamu bisa cadangkan chat ke Google Drive buat Android atau iCloud buat iPhone. Masuk ke Settings > Chats > Chat Backup lalu pilih akun cloud yang mau kamu pakai.
Atur juga frekuensi backup otomatis, misalnya harian atau mingguan biar lebih aman. Selain itu, aktifkan juga enkripsi pada cadangan chat kalo tersedia. WhatsApp sekarang menyediakan opsi end-to-end encrypted backup, jadi file backup kamu juga terlindungi password atau kunci khusus. Jadi walaupun tersimpan di cloud, datanya tetap aman dari akses sembarangan.
18. Gunakan WhatsApp Resmi di Desktop
Banyak orang kerja sambil buka chat lewat laptop. Itu sah-sah aja, asal kamu pakai versi resmi seperti WhatsApp Web atau aplikasi WhatsApp Desktop dari sumber resmi. Jangan tergoda pakai aplikasi modifikasi atau pihak ketiga yang janji fitur tambahan aneh-aneh. Aplikasi nggak resmi sering minta akses berlebihan dan bisa jadi pintu masuk malware.
Sekali akun kamu login di platform yang nggak aman, data chat bisa beresiko bocor tanpa kamu sadar. Setiap selesai pakai di komputer umum atau kantor, langsung logout dari semua perangkat lewat menu Linked Devices di HP kamu. Cek daftar perangkat yang terhubung secara rutin. Kalo ada yang mencurigakan, langsung keluarkan aksesnya.
19. Bisukan Telepon Tidak Dikenal
Di WhatsApp, kamu juga bisa mengaktifkan fitur yang dapat membisukan nomor atau penelepon tidak dikenal.
20. Kunci Layar HP
Layar HP juga perlu dikunci dengan kunci keamanan yang ketat agar tidak bisa dibuka ileh oknum.
21. Matikan Pratinjau Notifikasi
Pratinjau Notifikasi di layar kunci HP perlu dimatikan agar kode OTP atau pesan sensitif lainnya tidak dapat dibaca melalui layar kunci.
22. Kunci Kartu SIM
Lakukan penguncian kartu SIM untuk meghindari oknum mengakses kode OTP menggunakan perangkat lain dengan memindahkan kartu SIM tersebut.
23. Update Aplikasi
Perbarui aplikasi WhatsApp secara rutin jika sudah mendapat pembaruan. Ini akan membantu menutup celah keamanan yang digunakan sebagai pintu masuk penjahat siber.
24. Waspadai Tautan Asing
Hindari menekn tautan asing atau misterius yang bisa saja menjadi jalan masuk malware perusak sistem HP.
25. Hindari Wi-Fi Publik
Jangan menggunakan WiFi publik jika memang tidak terlalu mendesak.
26. Gunakan VPN
Namun jika memang WiFi publik dibutuhkan, gunakanlah VPN untuk memprivate alamat IP. Kamu juga bisa memastikan WiFi publik yang digunakan adalah jaringan yang aman atau tidak menggunakan aplikasi “Melihat Aplikasi Tersembunyi“.
Penutup
Itu dia 26 Tips Agar Akun WhatsApp Tidak Mudah Disadap yang bisa dilakukan dengan mudah. Jangan nunggu kejadian dulu baru panik. Atur privasi dari sekarang, aktifin semua fitur pengaman yang ada, dan lebih selektif waktu berbagi info pribadi. Sedikit usaha hari ini bisa nyelametin kamu dari drama panjang besok, jadi mending aman dari awal daripada ribet belakangan.
