...
Terbaru

Meta Dilaporkan Dapat Membaca Isi Pesan Pengguna di WhatsApp

×

Meta Dilaporkan Dapat Membaca Isi Pesan Pengguna di WhatsApp

Sebarkan artikel ini

Meta dilaporkan dapat membaca isi pesan pengguna di WhatsApp meski sudah memiliki keamanan terenskripsi. Tuduhan ini berasal dari beberapa negara yang langsung menggugat Meta. Namun, perusahaan yang menaungi beberapa media sosial populer tersebut mengatakan bahwa gugatan ini tidak masuk akal.

Para kelompok penggugat yang menggugat Meta di Pengadilan Distrik San Francisco memberikan gugatan di mana Meta menyimpan, menganalisis, serta dapat mengakses semua pesan pribadi pengguna WhatsApp. Penggugat bahkan menuduh Meta telah menipu miliaran pengguna WhatsApp di seluruh belahan dunia.

Meta Dilaporkan Dapat Membaca Isi Pesan Pengguna di WhatsApp

Gugatan ini mengtip ‘whistleblower berani’ yang menuduh karyawan Whatsapp dan Meta bisa meminta melihat pesan pribadi penggunanya melalui cara yang sederhana. Tetapi gugatan yang diberikan ini tidak memiliki informasi teknis yang mendukung argumen tersebut.

Seperti yang kita ketahui, WhatsApp telah dibekali dengan sistem keamanan enskripsi end-to-end. Sistem keamanan ini akan membuat Meta atau siapapun tidak akan dapat melihat seluruh aktivitas pengguna di Whatsapp, kecuali pemiliknya sendiri. Bahkan server WhatsApp pun tidak dapat mengaksesnya.

Tanggapan Meta Atas Gugatan yang Diberikan

Meta sebagai pihak yang tertuduh tentunya tidak menerima gugatan yang diberikan. Dalam hal ini, Meta mengambil tindakan tegas terhadap pengacara penggugat, seperti yang dikatakan oleh juru bicara Meta.

“Segala klaim bahwa pesan WhatsApp milik banyak orang tidak dienkripsi adalah sepenuhnya salah dan tidak masuk akal,” ucap Juru bicara Meta seperti yang dilansir melalui PCMag.

“(Pesan) WhatsApp sudah dienkripsi end-to-end menggunakan protokol Signal selama satu dekade. Gugatan ini adalah karya fiksi yang tidak berdasar dan kami akan mengambil tindakan terhadap pengacara penggugat,” lanjutnya.

Gugatan yang menjadi sosrotan ini dimanfaatkan oleh para bos teknologi lainnya, seperti CEO Telegram hingga bos X (dukunya Twitter). Musk ikut menyebut WhatsApp tidak aman dan mempromosikan fitur X Chat miliknya dalam postingan di akun X.

Tidak lama setelah itu, Will Cathcart, Head of WhatsApp menegaskan dengan berkomentar pada postingan X Musk bahwa gugatan yang diberikan tidaklah benar. Ia mengatakan bahwa WhatsApp tidak bisa mengakses pesan pengguna karena sistem enskripsi yang digunakan.

“Ini adalah gugatan tidak berdasar yang hanya bertujuan untuk mencari perhatian media, yang diajukan perusahaan yang sama yang membela NSO setelah spyware mereka menyerang jurnalis dan pejabat pemerintah,” tulisnya.

Key Takeaways

  • Meta menghadapi gugatan karena dituduh dapat membaca pesan pengguna WhatsApp meski menggunakan enkripsi end-to-end.
  • Penggugat menyatakan Meta menyimpan dan menganalisis pesan pribadi pengguna, namun tidak ada bukti teknis yang mendukung klaim tersebut.
  • Meta menolak tuduhan ini, menegaskan bahwa WhatsApp telah menggunakan enkripsi end-to-end dan menganggap gugatan sebagai karya fiksi.
  • Kepala WhatsApp, Will Cathcart, menyebut gugatan tersebut tidak berdasar dan hanya untuk perhatian media.
  • Beberapa tokoh teknologi, termasuk Elon Musk, turut mengomentari tentang keamanan WhatsApp terkait gugatan ini.

Itulah informasi yang dapat diberikan terkait Meta Dilaporkan Dapat Membaca Isi Pesan Pengguna di WhatsApp oleh beberapa penggugat. Semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan Anda terkait berita teknologi terbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *