...
Download Reels Facebook Tanpa Aplikasi
BERITA TEKNOLOGI

Benarkah Nama Bluetooth Berasal dari Raja Viking? Ini Asal Usulnya

×

Benarkah Nama Bluetooth Berasal dari Raja Viking? Ini Asal Usulnya

Sebarkan artikel ini

Benarkah Nama Bluetooth Berasal dari Raja Viking? Ini Asal Usulnya – Denger kata Bluetooth, kebayangnya pasti teknologi modern yang lahir dari kantor keren penuh layar sentuh dan kopi mahal. Padahal faktanya, teknologi ini baru mulai digarap serius di pertengahan tahun 1990-an lewat kerja bareng banyak raksasa teknologi dunia. Waktu itu, Ericsson, IBM, Toshiba, Nokia, dan Intel duduk satu meja buat bikin teknologi komunikasi jarak dekat.

Targetnya simpel tapi ambisius, yaitu bikin perangkat elektronik bisa ngobrol satu sama lain tanpa ribet kabel colok sana-sini. Dari ide inilah Bluetooth muncul dan terus berkembang sampai sekarang di bawah naungan Bluetooth Special Interest Group (SIG). Yang bikin menarik, nama “Bluetooth” sama sekali bukan nama baru. Ceritanya justru nyemplung jauh ke masa ribuan tahun lalu, tepatnya ke era Viking.

Nama Sementara yang Malah Jadi Nama Resmi

Benarkah Nama Bluetooth Berasal dari Raja Viking? Ini Asal Usulnya. Di balik penamaan Bluetooth, ada satu nama penting, yaitu Jim Kardach. Dia engineer dari Intel yang ikut terlibat sejak fase awal pengembangan teknologi ini. Waktu itu, Kardach cuma butuh nama sementara biar tim internal gampang nyebut proyeknya. Jadi, dia asal buat nama Bluetooth sebagai codename internal.

Rencananya sih, nanti tim marketing bakal cari nama yang lebih jualan. Tapi entah kenapa, proses ganti nama itu nggak pernah kejadian. Nama Bluetooth keburu dipakai ke mana-mana, masuk dokumen resmi, presentasi, dan diskusi lintas perusahaan. Akhirnya, nama sementara ini malah dikunci jadi nama resmi standar global. Niat awalnya cuma pinjem nama, ujung-ujungnya kepakai selamanya.

Bluetooth dan Raja Viking yang Suka Nyatuin Wilayah

Terus, kenapa harus Bluetooth? Kardach terinspirasi dari Harald Bluetooth Gormsson, raja Viking abad ke-10. Harald memimpin Denmark sekitar tahun 958 sampai 986 dan juga sempat menguasai sebagian wilayah Norwegia. Sejarah mencatat Harald sebagai sosok yang jago menyatukan wilayah dan suku-suku yang sebelumnya terpisah. Di kepala Kardach, analoginya langsung nyambung.

Bluetooth dirancang buat nyatuin berbagai perangkat dan protokol komunikasi yang sebelumnya jalan sendiri-sendiri. Sama kayak Harald yang bikin wilayahnya kompak, Bluetooth bikin ponsel, headset, laptop, dan gadget lain bisa ngobrol tanpa ribet. Dari situ, nama Bluetooth terasa pas dan punya makna simbolis yang kuat.

Banyak cerita liar soal asal-usul julukan Harald Bluetooth. Ada yang bilang dia doyan makan blueberry sampai giginya berubah warna. Cerita ini kedengeran lucu, tapi sayangnya nggak ada bukti sejarah yang kuat buat nge-dukung klaim itu. Penjelasan yang lebih masuk akal datang dari bahasa Nordik kuno.

Kata “blue” di masa itu nggak selalu berarti biru kayak sekarang. Istilah itu sering dipakai buat ngegambarin warna gelap atau hitam. Sejumlah sejarawan menduga Harald punya gigi yang rusak atau menggelap, entah karena usia atau kondisi kesehatan. Julukan itu akhirnya nempel dan ikut tercatat dalam sejarah.

Dan bukan cuma namanya yang nyambung ke sejarah Viking, logo Bluetooth juga nggak asal bikin. Simbol Bluetooth ngambil bentuk gabungan dua huruf rune Nordik kun, Hagall (ᚼ) dan Bjarkan (ᛒ). Dua huruf itu merupakan inisial dari nama Harald Bluetooth.

Jadi kalo kamu pikir logo itu cuma ikon random, jawabannya jelas nggak. Setiap kali ikon Bluetooth nyala di layar ponsel, simbol itu sebenernya lagi bawa cerita panjang dari masa lalu. Dari medan perang Viking smpai ke meja kerja engineer modern, semuanya nyambung di satu simbol kecil.

Dari Ganti Kabel Jadul Sampai Jadi Standar Dunia

Awalnya, Bluetooth dibuat buat gantiin kabel data RS-232 yang ribet dan makan tempat. Teknologi ini fokus ke komunikasi jarak pendek dengan konsumsi daya rendah. Tapi seiring waktu, fungsinya makin luas. Sekarang, Bluetooth ngatur koneksi audio, transfer data, perangkat IoT, wearable, bahkan alat kesehatan.

Versi Bluetooth juga terus berkembang. Dari Bluetooth Classic, Bluetooth Low Energy, sampai versi-versi terbaru yang makin hemat daya dan stabil. Hari ini, miliaran perangkat di seluruh dunia pakai Bluetooth buat saling terhubung. Ironis tapi keren, teknologi super modern ini justru pakai nama raja Viking dari abad pertengahan.

Penutup

Nah, itu dia pembahasan kita tentang Benarkah Nama Bluetooth Berasal dari Raja Viking? Ini Asal Usulnya. Sebagian besar orang mungkin nggak pernah kepikiran soal Raja Viking waktu nyalain Bluetooth di ponsel. Tapi cerita di balik namanya bikin teknologi ini terasa lebih hidup.

Bluetooth nggak cuma soal koneksi cepat dan praktis, tapi juga simbol penyatuan, kolaborasi, dan ide lama yang dikemas ulang buat dunia modern. Dari sejarah Nordik sampai ke gadget di saku kamu, Bluetooth buktiin satu hal, ide bagus nggak pernah hilang, cuma ganti bentuk aja!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *