GRU Space mengatakan bahwa wiasata ke bulan akan dibuka dalam enam tahun kedepan. Namun pesan kamar hotel di bulan sudah bisa dilakukan, cek harganya dengan menyimak artikel ini sampai akhir.
Pada pengumuman yang diberikan GRU Space, ia mengatakan bahwa pihaknya akan membangun komplek canggih di bulan. Dan pembangunannya akan terinspirasi dari bangunan bersejarah Palace of the Fine Arts di San Francisco, Amerika Serikat.

Pesan Kamar Hotel di Bulan Sudah Bisa Dilakukan, Cek Harganya
Meski masih berupa rencana, namun GRU Space mengundang orang-orang yang berminat untuk melakukan pembayaran deposit terlebih dahulu sekitar 250.000 dollar AS atau setara dengan Rp4,2 miliar hingga 1 Juta dollar AS atau Rp16,8 miliar.
Dengan pembayaran deposit ini, mereka yang membayar akan mendapatkan kursi wisata ke bulan pada saat waktunya tiba nanti, atau lebih tepatnya pada enam tahun mendatang.
Skyler Chan sebagai pendidi GRU Space sudah menargetkan untuk misi perdana ke antariksanya akan membawa muatan sekitar 10 kilogram menggunakan pendaran Bulan komersial pada tahun 2029 nanti.
Tujuan misi ini dilakukan adalah untuk mendemonstrasikan struktur tiup (inflatable) dan juga teknologi yang bisa mengubah regolit Bulan menjadi batu bata dengan bantuan geopolimer, seperti yang dilansir melalui KompasTekno.
Lalu misi kedua berencana dilakukan pada tahun 2032 yang akan berfokus pada pengujian struktur lebih besar pada lubang alami Bulan atau lunar pit.
Apakah Rencana Ini Akan Terwujud?
Pada tahun 2032, GRU Space menargetkan untuk peluncuran hotel pertamanya yang diklaim mampu menampung empat penunjung sekaligus. Lalu akan disusul dengan pembangunan hotel permanen di Bulan menggunakan bahan batu bata.
Terdengar menarik bukan? Namun meski rencana ini sudah terlihat matang, tetap saja akan sulit untuk direalisasikan. Apalagi jika mengingat startup ini per Desember 2025 hanya memiliki satu karyawan saja yaitu dirinya sendiri, si pendiri GRU Space, Skyler Chan.
Bahkan Skyler Chan baru saja lulus dari University of California, berkley di Mei 2025 lalu. Namun dirinya tetap optimis untuk membawa semua orang dapat merasakan kehidupan luar angkasa yang luar biasa.
Tujuan yang diumumkannya ini dilatarbelakangi oleh dirinya yang melihat proyek printer 3D yang dikerjakannya saat magang di perusahaan Tesla didanai oleh lembaga antariksa AS, NASA, serta peluncurannya dilakukan ke luar angkasa.
Dari situ, Chan menyadari jika sebagian besar aktivitas di Bulan memang membutuhkan dukungan dari pihak luar seperti pemerintah AS serta perusahaan yang didanaai miliarder. Dan menurutnya, pilar ketiga adalah industri pariwisata di luarangkasa juga diperlukan.







