...
Download Reels Facebook Tanpa Aplikasi
BERITA TEKNOLOGI

Penyebab Harga TV Turun Hingga 90% Sejak Tahun 2000

×

Penyebab Harga TV Turun Hingga 90% Sejak Tahun 2000

Sebarkan artikel ini

Jika melihat harga televisi (TV) saat ini yang cukup menguras kantong, mungkin Anda idak akan percaya apabila dikatakan bahwa ini merupakan harga yang sudah turun jauh dibandingkan harga TV di masa lalu. Terlebih saat mengingat kecanggihan yang ditawarkannya saat ini.

Namun bisa dikatakan bahwa memang harga TV saat ini jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga TV zaman dulu. Dikatakan jika meski layar serta resolusinya sudah semakin besar, namun harga TV mengalami penurunan yang drastis hingga 90% sejak tahun 2000.

Lihat Penyebab Harga TV Turun Hingga 90% Sejak Tahun 2000

Penyebab harga TV turun hingga 90% sejak tahun 2000 ini didorong tren optimalisasi manufaktur, produksi skala besar, serta persaingan yang ketat antar produsen. Inilah mengapa perangkat rumah tangga mengalami pergeseran yang lebih cepat di industri.

Bahkan Brian Potter, analis dari Institute for Progress mengatakan bahwa harga TV lebih cepat menurun dibandingkan dengan produk elektronik lainnya. Menurut tinjaua iklan Black Friday selama dua dekade terakhir, Harga TV layar besar yang pada tahun 2000 ditawarkan seharga USD 1.000, saat ini bisa didapatkan hanya dengan USD 200 untuk harga terendah.

Adanya penurunan yang signifikan ini dibarengi dengan peningkatan spesifikasi, seperti layar yang kini lebih lebar serta resolusi yang dibuat lebih tinggi dan menampilkan visual yang lebih tajam.

Para produsen terus berusaha mengoptimalkan teknologi manufaktur layar liquid crystal display (LCD) untuk menemukan cara agar dapat memangkas biaya secara signifikan, seperti yang dilansir melalui detikINET.

Kasus penurunan harga Tv ini berbeda dengan produk manufaktur lainnya seperti mobil, furnitur, pakaian, mainan, maupun komputer. Produsen TV menerapkan perjalanan dari industri semikonduktor, terkhusus untuk meningkatkan skala produksi dalam hal pengurangan biaya.

Langkah ini mirip seperti peningkatan ukuran wafer pada chip yang dapat memproduksi lebih banyak per prosesnya. Di sini, produsen LCD memperbesar ukuran kaca dsaar hingga hampir 100 kali lipat jika dibandingkan dengan tahun 1990-an.

Pendekatan tersebut tidak hanya dapat mengurangi biaya peralatan, tetapi memungkinkan untuk memproduksi beragam ukuran TV yang memiliki efisiensi tinggi. Selain itu, didukung juga dengan peningkatan otomatisasi, penggunaan ruang bersih modern, kualitas kaca yang lebih baik, dan teknik injeksi kristal cair yang lebih efisien lagi.

Pembangunan pabrik yang mampu memproduksi lebih dari satu juta layar per harinya juga didorong oleh lonjakan permintaan layar LCD untuk perangkat smartphone, tablet, hingga komputer. Dan kombinai ini jugalah yang menjadi penyebab harga TV turun hingga 90% sejak tahun 2000 secara konsisten. Namun juga menciptakan aksesibilitas pada konsumen secara lebih luas.

Tren Lain yang Mendorong Harga TV Turun Drastis

Tidak sampai di situ saja. Tren harga TV yang semakin menurun drastis ini juga didorong oleh semakin ketatnya persaingan antar produsen. Bahakn beberapa merek besar yang sudah sangat dikenal di seluruh dunia, seperti Samsung, Sony, LG dan lainnya kini mendapat pesaing baru asal China, seperti Hisense dan TCL.

Hisense dan TCL dulunya dikenal dengan merek murah. Namun di era saat ini, perangkat tersebut sering masuk ke dalam daftar perangkat TV terbaik. Bahkan perangkat ini sudah menambah segmen premiumnya untuk dapat bersaing di industri.

Kualitas LCD yang ditingkatkan dengan teknologi Mini LED yang nantinya akan mampu mempersempit kesenjangan dengan OLED.

Meski tren penurunan harga ini disebabkan oleh berbagai faktor, namun masih menjadi tanda tanya apakah penurunan ini akan tetap terjadi di masa depan atau tidak. Adanya tarif perdagangan hingga lonjakan permintaan kecerdasan buatan (AI) bisa saja menjadi faktor yang akan membuat berbagai perangkat menajdi lebih mahal, termasuk TV.

Memang, TV tidak memerlukan memori sebanyak yang dibutuhkan oleh smartphone maupun PC, tetapi adanya fenomena di mana industri kekurangan chip karena lonjakan permintaan AI akan berdampak juga pada harga TV dalam waktu dekat ini.

Setelah mengetahui penyebab harga TV turun hingga 90% sejak tahun 2000 ini, Anda bisa melihat bagaimana inovasi teknologi serta dinamika pasar dapat mengubah aksesibilitas produk konsumen. Sebelumnya, konsumen dipermudah dengan harga yang semakin turun, namun di masa depan mungkin akan semakin sulit untuk menikmatinya karena lonjakan komponen global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *