WHATSAPP

Cara Akses Folder Databases WhatsApp Buat Pulihkan Chat yang Sudah Terhapus Berbulan-bulan

×

Cara Akses Folder Databases WhatsApp Buat Pulihkan Chat yang Sudah Terhapus Berbulan-bulan

Sebarkan artikel ini

Pernah merasa panik karena chat WhatsApp penting tiba-tiba hilang, padahal isinya krusial? Lebih bikin nyesek lagi kalau kejadiannya sudah berbulan-bulan lalu. Banyak orang langsung menyerah, mengira chat tersebut mustahil dikembalikan.

Padahal, WhatsApp sebenarnya menyimpan “jejak masa lalu” yang jarang disadari pengguna. Data ini tidak terlihat di aplikasi, tidak muncul di menu pengaturan, dan nyaris tidak pernah dibahas secara umum. Namun, justru di situlah peluang pemulihan berada.

Folder Databases di WhatsApp sering dianggap folder biasa. Faktanya, folder ini menyimpan cadangan chat lokal yang bisa menjadi penyelamat. Berikut Cara Akses Folder Databases WhatsApp Buat Pulihkan Chat yang Sudah Terhapus Berbulan-bulan dan masih punya harapan untuk kembali.

Apa Itu Folder Databases WhatsApp?

Folder Databases adalah tempat WhatsApp menyimpan cadangan chat lokal di perangkat. File di dalamnya berisi riwayat chat pada tanggal tertentu, biasanya disimpan otomatis setiap hari.

Cadangan ini berbeda dengan backup Google Drive atau iCloud. Databases bersifat offline dan tersimpan langsung di memori ponsel. Menariknya, WhatsApp tidak hanya menyimpan satu file. Biasanya ada beberapa versi cadangan dari hari-hari sebelumnya.

Strawberries

Kenapa Chat Lama Masih Bisa Dipulihkan?

Banyak orang mengira chat langsung hilang permanen saat dihapus. Kenyataannya, selama file cadangan lama masih ada, data chat masih bisa dipulihkan.

WhatsApp menyimpan backup lokal dengan format nama berdasarkan tanggal. Artinya, chat dari beberapa bulan lalu bisa saja masih tersimpan jika file tersebut belum terhapus atau tertimpa. Inilah alasan kenapa folder Databases menjadi kunci utama dalam proses pemulihan chat lama.

Cara Mengakses Folder Databases WhatsApp

Untuk mengakses folder ini, dibutuhkan file manager di ponsel Android. Prosesnya cukup sederhana dan tidak memerlukan aplikasi khusus.

Langkah-langkah yang bisa diikuti:

Buka File Manager di ponsel

Strawberries

Masuk ke Penyimpanan Internal

Cari folder WhatsApp

Buka folder Databases

Di dalamnya akan terlihat beberapa file backup chat

File biasanya bernama seperti msgstore-YYYY-MM-DD.db.crypt.

Memilih File Backup yang Tepat

Setelah folder terbuka, jangan asal pilih file. Tanggal pada nama file sangat menentukan chat mana yang akan dipulihkan.

Beberapa tips memilih file yang tepat:

Pilih file dengan tanggal sebelum chat terhapus

Hindari file dengan tanggal paling baru jika chat sudah hilang

Perhatikan ukuran file, biasanya semakin besar semakin lengkap

Langkah ini penting agar chat yang diinginkan benar-benar ikut kembali.

Cara Memulihkan Chat dari Folder Databases

Setelah file cadangan dipilih, proses pemulihan bisa dilakukan. Namun, perlu diingat bahwa chat setelah tanggal backup akan hilang.

Langkah umumnya sebagai berikut:

Ganti nama file backup pilihan menjadi msgstore.db.crypt

Uninstall WhatsApp dari ponsel

Install ulang WhatsApp

Login menggunakan nomor yang sama

Saat diminta restore, pilih Pulihkan dari penyimpanan lokal

WhatsApp akan membaca file cadangan tersebut dan memulihkan chat sesuai tanggal backup.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

Metode ini memang efektif, tetapi tidak tanpa risiko. Ada beberapa hal yang wajib dipahami sebelum mencobanya.

Perhatikan poin berikut:

Chat setelah tanggal backup akan hilang

Metode ini hanya efektif di Android

File backup harus belum rusak

Jangan lupa backup chat terbaru sebelum mencoba

Dengan persiapan yang tepat, risiko kehilangan data bisa diminimalkan.

Chat WhatsApp yang terhapus berbulan-bulan bukan selalu akhir dari segalanya. Folder Databases menyimpan cadangan lokal yang sering luput dari perhatian, padahal potensinya sangat besar. Dengan memahami cara mengakses dan memanfaatkannya, peluang memulihkan chat lama masih terbuka lebar.

WhatsApp memang tidak menampilkan fitur ini secara eksplisit, tetapi jejak datanya tetap ada bagi pengguna yang mau sedikit menggali. Kuncinya ada pada ketelitian memilih file backup dan kesiapan menerima konsekuensi dari proses pemulihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *