Smartphone merupakan perangkat teknologi yang juga bisa berpotensi terbakar atau meledak. Dan kasus seperti ini sudah sering terjadi di kalangan pengguna. Pastinya keadaan ini sangat berbahaya untuk diri sendiri. Tidak hanya itu, semua data penting yang ada di Hp juga akan hilang.
Lebih menyesakkan lagi apabila data yang ada di HP terbakar tersebut tidak memiliki salinan lain atau belum sempat di backup. Sehingga, sebaiknya Anda mengatasinya terlebih dahulu sebelum hal ini terjadi dan merugikan Anda.

Untuk bisa mencegah terjadinya HP meledak, Anda bisa menyimak artike ini sampai akhir. Karena di sini, Anda akan menemukan 7 tips mencegah HP meledak atau terbakar saat digunakan untuk melakukan aktivitas harian.
Namun sebelum membahas mengenai cara untuk mencegahnya. Anda perlu mengetahui bahwa HP meledak ini bisa disebabkan oleh kerusakan fisik pada baterainya yang akan menyebabkan adanya hubungan pendek, sehingga terjadi korsleting.
Lalu, suhu lingkungan sekitar juga dapat memengaruhi perangkat. Apabila perangkat berada di lingkungan dengan suhu yang panas, perangkat bisa mengalami overheating atau panas berlebih. Oleh karena itu, biarkan perangkat pada suhu idela sekitar 0-35 derajat celcius.
Tidak hanya itu, charger palsu atau rusak, umur baterai yang sudah usang, hingga adanya malware atau virus juga bisa menjadi faktor yang berpotensi menyebabkan HP Anda meledak. Jadi, hal-hal seperti ini harus diperhatikan.
7 Tips Mencegah HP Meledak atau Terbakar Saat Digunakan
Adapun berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda ikuti untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, seperti HP meledak atau terbakar.
1. Gunakan Casing Berkualitas
Pemilihan casing adalah langkah pertama yang bisa Anda lakukan untuk menyelamatkan perangkat dari berbagai permasalahan. Cobalah untuk memilih casing yang memiliki ventilasi baik, sehingga suhu panas tidak akan tertahan.
Menggunakan casing terlalu tebal akan menahan panas di HP dan akhirnya membuat perangkat tidak menyalurkan panasnya keluar. Bahkan untuk penggunaan game, pilihlah casing yang memang memiliki sistem pendingin. lalu, Anda juga bisa melepas casing saat mengisi daya baterai.
2. Hindari HP dari Suhu Ekstrem
Sepertiyang diketahui, suhu HP idelnya akan berada di kisaran 0-35 derajat celcius. jadi, Anda perl menjaga suhu Hp agar tidak lebih maupun kurang dari suhu ideal tersebut.
Jangan tinggalkan HP pada dashboard mobil yang juga langsung terkena dengan sinar matahari. Hindari juga untuk menggunakannya terlalu lama yang bisa menyebabkan suhunya semakin meningkat.
Menyimpan HP di tempat yang dingin seperti freezer saat ingin menurunkan suhu panasnya pun merupakan tindakan yang salah. Sehingga perlu untuk dihindari.
3. Gunakan Charger Asli
Gunakan charger bawaan HP yang sudah kompatibel dengan HP Anda dan tentu saja original. Namun jika HP tidak memiliki charger bawaan atau Anda terpaksa menggantinya, Anda bisa memilih charger yang berkualitas.
carilah charger yang sudah memiliki serifikat resmi. Jangan tergiur dengan harganya yang murah dan tidak memiliki standar keamanan jelas. Selalu periksa kondisi charger secara rutin. Anda bisa menggantinya jiksa sudah rusak.
4. Istirahatkan HP
Saat suhunya sedang panas, jangan menggunakan HP terus menerus, terlebih saat Anda sedang mengisi ulang daya baterainya. Pada saat HP diisi dayanya dan Anda terus meggunakannya pada saat itu, suhu panas HP akan meningkat.
Biarlah HP beristirahat selama pengisian daya berlangsung. Dengan begitu, suhunya pun tidak akan berubah ekstrem atau panas berlebih yang berpotensi membuat HP bisa meledak atau terbakar.
5. Jangan Charge HP di Permukaan Empuk
Banyak pengguna yang terkadang melakukan pengisian daya dan meletakkan HP di tempat yang empuk seperti bantal, selimut, sofa dan benda-benda yang dapat menahan panas perangkat.
Padahal hal tersebut akan membuat perangkat semaki panas meski tidak digunakan. Jadi, pastikan Anda meletakkannya di permukaan yang keras atau datar, seperti meja.
6. Atur Pola Pengisian Daya
Pengisian daya baterai yang ideal berada di antara 20-80%. Jangan mengisi daya baterai HP saat dayanya benar-benar sudah sekarat atau berada pada persentase 0%.
Saat mencabutnya, sebisa mungkin cabutlah ketika daya sudah mencapai 80-100% agar tidak terjadi overcharge. Namun akan berbeda jika HP Anda sudah memiliki fitur pembatas charge otomatis.
7. Perhatikan Tanda Baterai Bermasalah
Berikut adalah ciri atau tanda HP mengalami masalah:
- Cepat panas meski digunakan untuk aktivitas ringan
- Baterai cepat habis saat penggunaan normal
- Sering mati atau restart sendiri tanpa Anda melakukannya
- Bodi belaknagn membengkak atau mengelupas
- Tercium bau aneh seperti kimia dari HP
Apabila Anda sudah mengenali tanda-tanda Hp bermasalah ini dan Hp Anda memiliki cirinya, Anda bisa langsung meminta bantuan profesional dengan membawanya ke cervice center.
Tips Tambahan untuk Kemaanan HP
- Lakukan update software secara rutin jika pembaruannya sudah tersedia
- Hapus aplikasi yang mencurigakan atau tidak pernah digunakan
- Nonaktifkan GPS, Bluetooth, WiFi, dan jaringan lainnya jika tidak digunakan
- Kurangi kecerahan layar agar tidak mengambil banyak daya baterai dan membebani perangkat
- Batasi aplikasi berjalan di latar belakang
Itulah 7 Tips Mencegah HP Meledak atau Terbakar Saat Digunakan yang dapat disampaikan di kesempatan kali ini. Semoga informasi yang diberikan dapat membantu.







