Proses transfer file dari PC ke PC dapat dengan cepat dilakukan, hanya dalam hitungan detik, tergantung ukuran file yang ditransfer. Pun ada banyak pilihan metode transfer file antar PC yang dapat dipilih. Meski begitu, nggak semua metode aman untuk dipilih. Supaya nggak salah pilih, rekomendasi 7 Metode Teraman untuk Transfer File dari PC ke PC berikut perlu sekali untuk diketahui.
Beberapa metode teraman untuk transfer file antar PC berikut, diberi kategori berdasarkan tingkat keamanan didalamnya. Dengan pengkategorian ini, kamu jadi tahu mana metode yang sebaiknya kamu pilih untuk transfer nantinya. Selengkapnya mengenai metode teraman untuk transfer file dapat kamu ketahui dengan menyimak artikel berikut ini.

7 Metode Teraman untuk Mentransfer File dari PC ke PC
Dalam memilih metode transfer file dari PC ke PC, jangan hanya memilih yang tercepat dan termudah saja. pertimbangkan juga keamanan didalamnya. Berdasarkan tingkat keamanannya, berikut adalah beberapa metode transfer file antar PC yang dapat kamu coba.
Metode 1: Menggunakan Perangkat Penyimpanan Eksternal
Keamanan: Sangat Tinggi
Melakukan transfer file dari PC ke PC dengan menggunakan perangkat penyimpanan eksternal seperti USB flash drive, hard drive eksternal, atau SSD portabel tergolong sangat aman. Hal ini karena pengguna mendapatkan keleluasan secara penuh atas perangkat yang mereka miliki. Supaya proses transfer file dengan metode ini aman, pastikan perangkat yang digunakan bersih dari virus atau malware didalamnya ya.
Metode 2: Koneksi Kabel Langsung
Keamanan: Tinggi
Cocok untuk transfer file dengan ukuran besar, proses transfer dengan menggunakan kabel data relatif aman untuk dilakukan. Nggak hanya aman, proses transfer ini juga nggak memerlukan koneksi internet dan memiliki risiko penyadapan yang minimal. Meski aman dan praktis, transfer dengan metode ini kemungkinan dapat gagal, jika kabel yang digunakan kecil atau kurang panjang.
Metode 3: Transfer Jaringan
Keamanan: Sedang hingga Tinggi
Meski proses transfer file dengan metode transfer jaringan ini cukup cepat, kemungkinan pengguna akan mengalami kebingungan saat menggunakannya pertama kali. Hal ini karena proses pengaturannya yang cukup rumit, karena dibutuhkan pemahaman pengaturan router dan firewall yang baik didalamnya.
Metode 4: Penyimpanan Cloud
Keamanan: Sedang
Tingkat keamanan transfer file dengan menggunakan penyimpanan cloud ini tergantung dari penyedia layanan cloud yang dipilih. Jika memilih cloud yang telah dilengkapi dengan fitur enkripsi data didalamnya seperti Google Drive atau Dropbox, maka proses transfer file yang aman dapat mungkin didapatkan.
Metode 5: Software Remote Desktop
Keamanan: Sedang
Metode transfer file dengan menggunakan software remote desktop memungkinkan pengguna untuk mengendalikan komputer lain dari jarak jauh dan melakukan pemindahan file secara langsung. Meski tampak praktis, namun tingkat keamanan dengan menggunakan metode ini tergantung pada aplikasi yang digunakan.
Metode 6: Layanan Transfer File Online
Keamanan: Rendah hingga Sedang
Proses transfer file dengan menggunakan layanan transfer file online seperti WeTransfer cocok untuk file yang berukuran besar. Untuk keamanannya sendiri, proses transfer dengan metode ini tergantung pada penyedia layanan.
Metode 7: Email
Keamanan: Rendah
Memindahkan file antar PC dengan menggunakan email memang mudah. Meski mudah, metode transfer file dengan email memiliki tingkat keamanan yang paling rendah diantara metode transfer file didalamnya. Jika masih ingin mengirim file dengan metode ini, disarankan untuk mengirim file yang bersifat pribadi atau sensitif.
Dalam memindahkan file dari PC ke PC, jangan lupa untuk memperhatikan tingkat keamanan metode yang dipilih. Nggak mau kan, file jadi kena virus atau data jadi diretas, karena sembrono dalam menentukan cara memindahkan file?







