Tampilan chat WhatsApp sebenarnya bisa jauh lebih menarik dari yang selama ini terlihat. Sayangnya, banyak pengguna mengira tampilan teks hanya mentok di font bawaan. Padahal, ada celah kecil yang bisa dimanfaatkan.
WhatsApp memang tidak menyediakan pilihan font estetik secara resmi. Namun, sistemnya tetap membaca karakter tertentu dengan gaya visual berbeda. Inilah alasan mengapa teks bisa tampak miring, tebal, atau bahkan seperti gaya “hacker” tanpa aplikasi tambahan.
Menariknya lagi, semua trik ini bisa diketik langsung dari keyboard. Tidak perlu membuka website font generator atau repot copy–paste dari luar WhatsApp. Berikut 7 Kode Karakter Unik untuk Mengubah Font WhatsApp Jadi Lebih Estetik Tanpa Copas dari Web yang bisa kamu coba sekarang juga!

1. Tanda Bintang (*) untuk Teks Tebal
Ini adalah kode paling sederhana, tapi sering dipakai dengan cara yang belum maksimal. Teks akan tampil lebih menonjol dan mudah dibaca.
Letakkan tanda bintang di awal dan akhir kata atau kalimat. Pastikan tidak ada spasi setelah atau sebelum tanda tersebut.
Contoh:
- *Teks Penting* → Teks Penting
Font tebal cocok dipakai untuk penekanan atau penanda informasi utama.
2. Garis Bawah (_) untuk Teks Miring
Kode ini memberikan kesan santai dan personal. Biasanya dipakai untuk mengekspresikan perasaan atau nada bicara tertentu.
Gunakan underscore di kedua sisi teks tanpa spasi. Struktur kalimat akan tetap terbaca dengan nyaman.
Contoh:
- ngopi dulu → ngopi dulu
Efek miring membuat chat terasa lebih hidup tanpa terlihat berlebihan.
3. Tanda Tilde (~) untuk Coret Tengah
Gaya ini sering dipakai untuk bercanda atau memberi konteks koreksi. Secara visual, teks tampak dicoret di bagian tengah.
Cukup apit teks dengan tanda tilde. Hasilnya langsung muncul setelah dikirim.
Contoh:
- ~salah kirim~ →
salah kirim
Efek ini efektif untuk menyampaikan humor ringan dalam chat.
4. Kombinasi Karakter untuk Gaya Lebih Unik
Beberapa karakter bisa dikombinasikan agar tampil lebih estetik. Metode ini jarang digunakan, tapi hasilnya cukup mencuri perhatian.
Misalnya:
*teks* → teks tebal sekaligus miring
~*contoh*~ → gaya campuran yang unik
Gunakan kombinasi ini secukupnya agar chat tetap nyaman dibaca.
5. Kode Monospace (“`)
Untuk tampilan ala mesin ketik atau coding, WhatsApp membaca tanda backtick. Efek ini membuat semua huruf memiliki jarak yang sama.
Gunakan tiga backtick di awal dan akhir teks. Biasanya dipakai untuk teks teknis atau gaya minimalis.
Contoh:
catatan → catatan
Font ini memberi kesan rapi dan “nerdy” secara visual.
6. Simbol Unicode dari Keyboard Bawaan
Beberapa keyboard ponsel sudah menyertakan simbol unik tanpa perlu internet. Karakter ini bisa membuat teks terlihat berbeda meski font dasarnya sama.
Contoh simbol yang sering dipakai:
• Titik dekoratif
→ Panah
☆ atau ★ sebagai aksen
Jika digunakan dengan tepat, chat akan terlihat lebih estetik tanpa terasa dipaksakan.
7. Spasi dan Baris sebagai Elemen Visual
Bukan karakter khusus, tapi teknik ini sering disepelekan. Pengaturan spasi dan baris bisa mengubah tampilan font secara visual.
Cobalah:
Memisahkan kata penting di baris sendiri
Menggunakan enter untuk ritme baca
Menghindari paragraf terlalu panjang
Teks jadi lebih “lega” dan enak dibaca, terutama di layar kecil.
Mengubah tampilan font WhatsApp tidak selalu harus lewat website atau aplikasi tambahan. Dengan memahami kode karakter sederhana, gaya chat bisa dibuat jauh lebih menarik dan personal.
Mulai dari teks tebal, miring, coret, hingga monospace, semuanya bisa diketik langsung dari keyboard. Ditambah sedikit sentuhan simbol dan pengaturan baris, hasilnya terasa lebih estetik tanpa terlihat berlebihan.
Sekarang waktunya bereksperimen dan cobain satu per satu kode ini, kombinasikan seperlunya, dan temukan gaya teks yang paling sesuai dengan karakter kamu sendiri. WhatsApp pun jadi terasa lebih hidup, rapi, dan unik dalam sekali kirim.








