Eksitensi listrik tentunya membawa kemudahan untuk Meningkatkan produktifitas manusia. Tanpa adanya listrik, banyak tugas tidak akan bisa terselesaikan dengan baik, apalagi di era yang serba digital ini. Meski memiliki banyak manfaat, namun listrik juga menghadirkan resiko bahaya yang tinggi, salah satunya bahaya tersengat listrik.
Arus listrik dengan daya lebih dari 500 Volt memiliki potensi lebih tinggi dalam hal ini. Sengatan listrik bisa terjadi kapan dan di mana saja. Jika sampai tersengat listrik dan tidak ditangani dengan tepat, maka bisa berakibat fatal. Ketahuilah apa saja resiko yang dapat diakibatkan jika seseorang terkena sengatan listrik.

Adapun akibatnya di antara lain yaitu serangan jantung, patah tulang, luka bakar, gangguan pernapasan, kejang, nyeri otot, pingsan, gangguan pada indra seperti mata, telinga maupun saat menelan. Tidak hanya itu, hal paling tragis yang dari tersengat listrik adalah bisa menyebabkan kematian.
Oleh karena itu, perlu untuk diketahui bagaimana sikap atau apa saja yang harus dilakukan pertama kali saat mengalami musibah tersebut. Di sini akan diberitahukan 6 pertolongan pertama yang harus dilakukan ketika tersengat listrik agar tidak berakibat fatal.
6 Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan Ketika Tersengat Listrik
1. Matikan Sumber Energi Listrik
Memang wajar jika Anda merasa panik saat melihat seseorang terkena sengatan listrik. Namun, itu hanya akan memperparah keadaan. Sebaiknya Anda bisa mengontrol diri dan berusaha untuk mematian sumber energi dari aliran listrik.
Hindari menyentuh korban tanpa pelindung sebelum sumber energi listrik dimatikan. Jika Anda nekat menyentuh korban secara langsung, maka arus listrik akan ikut merambat ke tubuh Anda yang membuat anda ikut tersengat.
2. Gunakan Benda Isolator
Apabila di situasi tertentu Anda sebagai penolong kesulitan dalam memutus sumber energi listrik, Anda mencari benda isolator yang dapat mencegah Anda terkena sengatan listrik juga. Anda bisa menggunakan benda tersebut untuk mengamankan korban dan menjauhkannya dari sumber arus yang berbahaya, dikutip dari royalprogrees.com.
Gunakanlah barang isolator seperti kertas, kayu, karet, maupun kain yang tidak bisa mengantarkan arus listrik. Jangan pernah menggunakan benda dengan bahan yang mengandung logam atau air. Dan pastikan bahwa Anda erada dalam jarak aman yaitu setidaknya 3 meter dari korban.
3. Periksa Tubuh Korban
Saat suah berhasil mengamankan korban, periksalah dengan teliti tubuh orban, mulai dari kepala hingga kaki. Jika terdapat luka pada tubuh korban, jangan menyentuhnya.
Apabila korban menunjukkan tanda syok seperti lemas, muntah, hingga wajah yang memucat, segera angkat kaki korban sedikit lebih tinggi, namun hentikan jika korban merasa kesakitan, dikutip dari alodokter.com.
4. Tutup Luka Bakar
Saat melihat luka bakar pada korban, segera lepaskan pakaian atau benda yang menempel di kulit untuk mencegah penyebaran luka bakar.
Setelah melepas benda yang menempel di kulit, bilaslah area luka bakar dengan air dingin hingga rasa sakit mereda. lalu, tutup luka dengan perban atau kain kasa steril. Jangan menggunakan benda yang seratnya mudah menempel seperti selimut atau handuk.
5. Lakukan CPR
Perlu memberikan napas buatan dan resusitasi jantung (CPR/RJP) apabila korban tidak bernapas atau denyut nadi tidak terasa. Namun ini hanya bisa dilakukan oleh ahli atau mereka yang paham agar tidak menyebabkan kesalahan yang lebih fatal hingga membahayakan nyawa korban.
6. Hubungi Unit Gawat Darurat
Saat peristiwa seperti ini terjadi, seeralah untuk menghubungi layanan Unit Gawat Darurat agar segera mendapat bantuan. Dengan pertolongan pertama yang dilakukan dan alat medis yang memadai serta bantuan tenaga profesional yang cepat akan berpeluang besar untuk menyelamatkan korban.






