Vampir itu selalu punya magnet aneh yang bikin orang penasaran. Mau digambarin sebagai makhluk elegan penuh gaya atau monster buas yang haus darah, sosok ini hampir selalu sukses bikin cerita jadi lebih seru. Di dunia game, kebebasan kreativitas bikin vampir bisa muncul dalam banyak versi, dari yang mikir pakai kepala dingin sampai yang nyerang tanpa mikir panjang.
Emang sih, beberapa tahun terakhir genre vampir sempat bikin fans manyun gara-gara ada game yang zonk. Tapi kabar baiknya, masih ada game-game vampir jadul yang kualitasnya nggak main-main. Ceritanya kuat, gameplay-nya nagih, dan atmosfernya dapet banget. Yuk kita bahas 5 Rekomendasi Game Vampir yang Masih Seru Dimainkan Sampai Sekarang!

Game Vampir Paling Seru yang Wajib Kamu Coba
Berikut 5 Rekomendasi Game Vampir yang Masih Seru Dimainkan Sampai Sekarang. Dijamin seru dan bikin nagih!
1. Code Vein
Kalo dilihat sekilas, Code Vein langsung ngasih kesan game Soulslike dengan gaya anime yang kental. Pertarungannya berat, musuhnya kejam, dan dunianya suram. Tapi begitu kamu nyemplung lebih dalam, game ini nunjukin identitasnya sendiri lewat sistem build yang super bebas. Kamu bisa gonta-ganti gaya main dengan mudh, dari fokus serangan jarak dekat sampai skill vampir yang bikin musuh panik.
Developer bangun sistem Blood Code yang bikin karakter kamu berkembang sesuai cara main, bukan ngikutin satu jalur doang. Boss fight-nya juga bikin jari tegang, tapi tetap adil kalo kamu mau belajar polanya. Walau rilis awalnya nggak langsung viral, reputasi Code Vein naik pelan-pelan, apalagi setelah Bandai Namco ngumumin Code Vein 2 yang katanya bakal ngasih peningkatan besar di hampir semua sisi.
2. El Paso, Elsewhere
El Paso, Elsewhere mungkin jarang muncul di radar gamer mainstream, tapi game ini punya identitas kuat yang bikin beda dari kebanyakan game vampir lain. Alih-alih dunia luas, game ini fokus ke satu lokasi utama berupa motel misterius di Texas yang terus berubah bentuk. Visual neo-noir-nya langsung ngasih kesan kelam, ditemani narasi yang emosional dan penuh kejutan.
Kamu berperan sebagai James, seorang pemburu yang harus ngadepin vampir, werewolf, dan makhluk aneh lain pakai senjata api. Gameplay-nya singkat tapi padat, cocok buat kamu yang suka aksi cepat tanpa basa-basi. Ceritanya ngebahas trauma, cinta yang rusak, dan pilihan hidup yang nggak selalu hitam putih. Game ini buktiin kalo durasi pendek nggak selalu berarti pengalaman yang dangkal.
3. Vampyr
Vampyr ngasih sudut pandang yang beda karena kamu main sebagai vampir yang masih punya sisi kemanusiaan. Jonathan Reid, seorang dokter bedah di London tahun 1918, harus bertahan hidup di tengah wabah Flu Spanyol sambil ngontrol haus darahnya. Nah, di sinilah dilema mulai muncul, karena setiap keputusan kamu punya dampak langsung ke dunia sekitar.
Setiap NPC punya latar belakang, masalah hidup, dan hubungan satu sama lain. Kalo kamu asal menghisap darah, keseimbangan kota bisa hancur dan suasana jadi makin suram. Sebaliknya, kalo kamu nahan diri, tantangan combat jadi lebih berat. Walau beberapa mekaniknya terasa kurang rapi, konsep moral choice di Vampyr tetap jadi daya tarik utama yang bikin game ini beda dan berani ambil resiko.
4. Vampire Survivors
Jujur aja, Vampire Survivors lebih mirip game “sekali main tau-tau udah sejam” ketimbang game vampir klasik. Unsur vampirnya emang nggak terlalu kuat secara cerita, tapi gameplay-nya sukses bikin orang ketagihan tanpa sadar. Mekanismenya simpel, kamu cuma gerak dan bertahan hidup selama mungkin sambil karakter kamu auto-attack musuh.
Walaupun tampil pakai grafis pixel jadul, game ini punya kedalaman build yang gokil. Pilihan karakter, senjata, dan kombinasi skill-nya bikin tiap run terasa beda. Map-nya juga punya nuansa unik masing-masing, jadi nggak berasa monoton. Kalo kamu nyari game vampir yang fokus ke aksi nonstop tanpa mikir ribet, ini pilihan yang aman buat dimainin sambil rebahan.
5. Bloodstained: Ritual of the Night
Buat kamu yang kangen sama game Castlevania klasik, Bloodstained: Ritual of the Night datang sebagai pahlawan kesiangan guys. Game ini digarap langsung oleh Koji Igarashi, sosok penting di balik kejayaan Castlevania, jadi rasanya kayak pulang ke rumah lama yang direnovasi. Eksplorasi kastilnya luas, desain level-nya niat, dan atmosfer gotiknya dapet banget.
Kamu main sebagai Miriam, karakter dengan kemampuan unik yang bisa menyerap kekuatan musuh. Sistem combat-nya dalam, pilihan senjatanya beragam, dan elemen RPG-nya bikin progres terasa rewarding. Dengan tambahan DLC, karakter ekstra, dan mode permainan tambahan, Bloodstained jadi bukti kalo game vampir side-scroller masih relevan dan bisa bersinar di era modern.
Penutup
Itu dia 5 Rekomendasi Game Vampir yang Masih Seru Dimainkan Sampai Sekarang. Kalo kamu suka tema gelap, cerita kuat, dan gameplay yang bikin lupa waktu, lima game ini jelas layak masuk wishlist. Setiap judul punya pendekatan beda soal vampir, jadi tinggal pilih mana yang paling cocok sama selera kamu.







