RAGAM

Cek 3 Mode Transaksi Aplikasi Pembayaran QRIS

×

Cek 3 Mode Transaksi Aplikasi Pembayaran QRIS

Sebarkan artikel ini

Cek 3 Mode Transaksi Aplikasi Pembayaran QRIS. Pembayaran QRIS kini telah merambah hampir semua sektor perekonomian, mulai dari toko besar hingga pengecer kecil. Aplikasi pembayaran QRIS juga menawarkan berbagai mode untuk memudahkan transaksi sesuai kebutuhan kamu. Penyedia layanan QRIS mulai dari merchant hingga penyedia layanan pembayaran wajib mendapat persetujuan Bank Indonesia. Selain itu, mereka harus mematuhi semua peraturan pemberian layanan dan memiliki sistem manajemen risiko yang kuat. Penyedia layanan juga memerlukan sistem pencatatan khusus untuk mencatat seluruh transaksi QRIS.

Limit transaksi QRIS mengalami beberapa kali perubahan. Pada Oktober 2023, Bank Indonesia menetapkan batasan transaksi baru sebesar Rp 20 juta per transaksi bagi pengguna QRIS. Jika jumlah transaksi melebihi batas, transaksi akan otomatis dinonaktifkan. Sumber dana transaksi QRIS harus dari lembaga standardisasi yang  terdaftar atau disetujui oleh Bank Indonesia (khususnya sebagai penyelenggara). Contohnya seperti rekening bank standar, dompet digital resmi, dan alat pembayaran seperti kartu kredit dan debit.

3 Mode Transaksi Aplikasi Pembayaran QRIS

1. Mode MPM Statis

Merchant Presentation Mode (MPM) artinya merchant atau penyedia layanan menampilkan kode QR. Dalam mode MPM statis, pedagang atau penyedia layanan menampilkan kode QR di lokasi tetap. Pelanggan cukup memindai kode menggunakan alat pindai di perangkat mereka. Dalam mode MPM statis, pelanggan adalah pihak yang memasukkan jumlah pembayaran. Pelanggan juga perlu mengkonfirmasi jumlah dan menyelesaikan pembayaran menggunakan nomor PIN mereka. Cara ini bersifat statis dan memerlukan pemindaian pembeli secara manual, sehingga cara ini hanya disarankan untuk transaksi di lokasi dengan volume penjualan rendah atau lambat.

Baca Juga :  Ternyata Pakai QRIS ada Biaya Admin Setiap Transaksi

2. Mode MPM Dinamis

Dalam MPM Dinamis, pedagang atau penyedia layanan membuat kode QR dari perangkat khusus seperti ponsel atau perangkat EDC. Pesanan juga sedikit mengalami perubahan ketika penjual atau merchant memasukkan jumlah nominal sebelum membuat kode QR yang dapat dipindai pelanggan menggunakan aplikasi pembayaran QRIS. Mode MPM dinamis umum terjadi pada perusahaan dengan volume transaksi menengah. Nilai nominal sudah tercantum dalam kode QR dan tidak perlu dimasukkan oleh pelanggan. Karena setiap kode QR yang dikeluarkan bersifat unik, maka kehadiran mesin sangat penting untuk mengotomatisasi transaksi.

Baca Juga :  Fitur Analisis Tengah Diuji Coba Threads, Berguna untuk Para Kreator

3. Mode CPM

CPM adalah mode presentasi pelanggan yang artinya pelanggan adalah pihak yang melihat kode QR. Penjual atau vendor kemudian memindai kode tersebut dan memungut biaya berdasarkan nominal harga yang ditentukan. Hal ini menghilangkan kebutuhan pelanggan untuk melakukan berbagai langkah tambahan dan mempercepat transaksi. Mode CPM biasanya digunakan ketika volume transaksi sangat tinggi atau kecepatan diperlukan. Contohnya adalah  pemindai QRIS di jalan tol dan gerbang parkir. Semua lokasi tersebut memerlukan kecepatan dan ketepatan dalam bertransaksi untuk menghindari berkerumunnya pelanggan di satu tempat.

Baca Juga :  Panduan Lengkap Cara Mudah Melakukan Pembayaran dengan Scan QRIS

Nah, ingat ya ketiga mode pembayaran Qris yang sudah kami jelaskan diatas. Hal ini memudahkan kamu dalam bertransaksi menggunakan Qris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *